Terisolasi Batu Sebesar Truk, 4 Hari Aktivitas Warga Lumpuh

91

PACITAN – Warga Kabupaten Pacitan, khususnya di Kecamatan Kebonagung, wajib meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. Sebab, selain longsor yang merenggut empat korban jiwa di Desa Sidomulyo, ternyata bencana serupa juga terjadi di Desa Karangnongko. Namun, tidak menimbulkan korban jiwa.

Material longsoran memutus akses satu-satunya menuju Desa Karangnongko dan Plumbungan via Purwoasri. Tak ayal, bebatuan besar dan tanah yang memenuhi badan jalan melumpuhkan aktivitas warga. ‘’Batunya sebesar truk. Senin kemarin (10/12) sudah disingkirkan.  Tapi, lumpurnya baru hari ini (kemarin, Red) dikeruk,’’ kata Sunarko, salah seorang warga setempat, kemarin (11/12).

Menurut Sunarko, sejak empat hari terakhir, warga Desa Karangnongko harus memutar sejauh lima kilometer untuk keluar masuk desa. Sejak hujan deras Jumat lalu, setidaknya ada empat titik longsor di Karangnongko. Terparah, di Dusun Krajan. Saking besarnya bebatuan, alat berat wheel loader tak mampu menggesernya. ‘’Sehingga, kami putuskan untuk memecah batu secara manual dengan tatah dan dibakar,’’ ujarnya.

Setelah berhasil dipecahkan, warga setempat bergotong royong menyingkirkan sisa-sisa batu tersebut dan membuangnya ke jurang di samping jalur. ‘’Walaupun sudah pecah, tapi masih besar. Sepuluh orang pun belum tentu kuat mengangkatnya,’’ ungkap Sunarko.

Tertutupnya jalur tersebut juga berdampak di tiga desa tetangga. Yakni Katipugal, Plumbungan, dan Kalipelus. Pasalnya, jalur tersebut jadi alternatif menuju tiga desa itu. Sebab, lebih dekat ketimbang harus memutar. ‘’Seperti Plumbungan, lebih dekat lewat sini karena jalan lainnya harus lewat Pacitan,’’ jelasnya.

Mulai kemarin akses menuju Karangnongko kembali dapat dilalui. Namun, lantaran separo badan jalan ambles, serta masih ada sisa material longsor, akses tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. ‘’Juga masih licin karena masih banyak material tanah di pinggir jalan,’’ terangnya.

Solikin, warga lainnya, menambahkan, meski telah dibersihkan tak menutup kemungkinan jalur tersebut bakal kembali tertutup. Pasalnya, di sisi utara jalan, tebing setinggi 50 meter rawan longsor. Itu terlihat dari bebatuan yang menonjol di sela-sela tanah. ‘’Tanah di sini gembur dan miring, bisa saja kalau hujan lebat kembali longsor,’’ tuturnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here