Terinspirasi Bayu Skak, Harum Firmansyah Meretas Jalan Jadi YouTuber

45
JENAKA: M. Harum Firmansyah berpose bersama motor lawas miliknya.

Jagad YouTube semakin menyita perhatian berbagai kalangan. Tak terkecuali Mochamad Harum Firmansyah. Sejak 2017 lalu, pemuda 20 tahun itu rajin mengunggah kreasinya di situs berbagi video tersebut.

———————-

NILAM RIFIA SAVITRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

SEORANG pemuda terlihat menyusuri jalan setapak dengan motor bebek klasik. Sesekali dia bergumam tentang motor butut yang ditungganginya. Sesampainya di jalanan beraspal, pemuda itu diberhentikan polisi yang sedang menggelar operasi lalu lintas.

Setelah menepi dan mematikan mesin motornya, pemuda itu mengambil dompetnya, lalu mengeluarkan SIM dan STNK. Beberapa saat berselang dia melanjutkan perjalanannya.

Adegan itu terdapat dalam salah satu vlog Mochamad Harum Firmansyah yang mendapatkan banyak viewers di YouTube. Hingga kemarin, video berjudul Fake C70 Kena Tilang? itu sudah ditonton lebih dari 192 ribu kali dan mengundang 377 komentar. ‘’Kamera saya saat itu masih on, langsung dimatikan oleh pak polisi,’’ kenang Harum.

Harum menjadi YouTuber sejak 2017. Berawal dari kebiasaan menonton video-video di channel Bayu Skak, YouTuber asal Malang yang kini merambah dunia perfilman. Sampai saat ini sudah 65 video yang diunggah Harum di YouTube. Mayoritas seputar motor, khususnya Honda C70. ‘’Saya juga upload di Instagram, tentunya dengan durasi lebih pendek,’’ ujar mahasiswa Teknik Informatika Unipma itu.

Harum memilih fokus pada konten seputar motor terinspirasi dari channel milik Alitt Susanto, vloger yang kerap mengunggah video seputar dunia otomotif. ‘’Rekaman motor-motor kuno milik komunitas. Tanpa diedit, langsung saya upload,’’ kenangnya tentang video pertamanya di YouTube.

Meski video berdurasi satu menit tersebut tidak mampu mengundang banyak viewers, Harum terus berkarya. Pun, dia mulai mempelajari kiat menaikkan traffic di YouTube. ‘’Juga konten apa yang disukai netizen dan cara mengedit video biar menarik,’’ kata pemuda yang pada Oktober mendatang berusia 20 tahun ini.

Hasil riset kecil-kecilan yang dilakukannya, dia menemukan fakta bahwa konten yang disukai netizen adalah seputar komedi, tutorial, dan review topik tertentu. Tak berlama-lama, Harum langsung membuat video tentang tutorial pomade dan review makanan. ‘’Tapi, yang nonton tetap saja masih sedikit,’’ katanya.

Tidak putus asa, Harum lantas mengunggah video berikutnya. Yakni, bertepatan dengan kunjungan Presiden Jokowi di Mejayan. Video itu diberi judul Ngevlog Bareng Pak Jokowi. ‘’Lumayan banyak yang nonton. Nambah subscriber juga,’’ ujar Harum.

Saat ini, subscriber channel milik Harum sudah mencapai hampir 8 ribu. Mayoritas anak motor penyuka bebek klasik, khususnya Honda C70. ‘’Pernah waktu naik motor, di jalan berhenti karena ada kereta lewat. Terus ada yang menyapa. Saya tidak tahu itu siapa. Saat palang pintu kereta dibuka, orang itu teriak subscribe sambil mengacungkan jempol,’’ ungkapnya.

Selama ini Harum hanya bermodalkan action cam dan smartphone untuk merekam video. Pun, seluruh adegan hanya dilakukan dalam sekali take. ‘’Kalau salah ngomong ya tetap saya masukkan. Kadang itu malah bikin penonton terhibur,’’ katanya.

Sejauh ini dia memilih single fighter untuk membuat konten-kontennya. Mulai pengambilan gambar, editing, dan upload dilakukan sendiri. Harum beralasan agar pesan yang hendak disampaikan dalam videonya sesuai keinginan. ‘’Ngeditnya kadang langsung, kadang besoknya, tergantung mood,’’ tuturnya.

Bersamaan namanya yang mulai dikenal di YouTube, Harum beberapa waktu lalu sempat dipercaya me-review salah satu brand motor. ‘’Inginnya channel saya nanti kontennya lebih variatif, tidak tentang motor saja,’’  ujarnya. ***(isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here