Ponorogo

Tergiur Janji Masuk Polisi, Bayar Cicilan Hampir Satu Miliar

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Setiap penerimaan tanpa ujian patut dipertanyakan. Sayangnya, prinsip ini diabaikan Harumi. Tergiur bujuk rayu Sholehudin Guntur-Erni Andayani, perangkat Tanjungsari, Jenangan, ini sampai kebobolan Rp 985.394.000. Setelah diiming-imingi anak korban bakal dimasukkan akademi kepolisian (akpol).

Material kerugian hampir genap satu miliar itu tidak didapatkan sekaligus. Melainkan diangsur selama dua tahun. Per bulannya, korban membayar kisaran Rp 5-15 juta. Sementara yang Rp 100 juta dibayar cash kepada pasutri yang tinggal di Mojoagung, Jombang, ini. ‘’Saya nggak tahu. Saya hanya disuruh suami bilang iya iya. Soalnya saya waktu itu dekat sama ibu itu (korban, Red),’’ kata Erni ketika diwawancara di Polres Ponorogo Rabu (27/11).

Erni mengakui telah menawari korban masuk akpol tanpa tes. Meski tidak mengutarakan memiliki saudara maupun jaringan di kepolisian. Erni pun sadar dengan penipuan yang dilakukan bersama suaminya yang sehari-hari menjajakan makanan di sekolahan tersebut. ‘’Iya tahu (menipu).  Sudah saya ingatkan, tapi suami maksa terus,’’ beber ibu satu anak asli Gresik ini.

Kapolres Ponorogo AKBP Arie Fitrianto menjelaskan, pasutri dari kota santri ini ditangkap dua pekan lalu di Lamongan. Kepada penyidik, duit ratusan juta itu telah diwujudkan ruko dan barang elektronik seperti TV, handphone, dan laptop. ‘’Masih tersisa Rp 200 juta. Semua aset kami amankan,’’ tegasnya.

Arie menguraikan, modus penipuan ini menawarkan diri sebagai penjamin. Pasutri ini mengaku memiliki jalur khusus untuk memuluskan cita-cita anak korban masuk kepolisian. Setelah melakukan berbagai pendekatan, korban pun berhasil diperdaya. Demi memenuhi permintaan tersangka, korban menjual berbagai aset miliknya. ‘’Penyelidikan sementara, korbannya baru satu orang. Kasus ini terus kami kembangkan. Karena pasutri ini berpindah-pindah tempat tinggal,’’ ujarnya menduga ada korban lain.

Arie mengimbau masyarakat tidak percaya dengan iming-iming serupa. Sejatinya, Polri tidak pernah memberikan dispensasi atau jalur khusus agar lolos akpol. ‘’Polisi tidak pernah memberikan jalur khusus agar lolos tanpa tes. Polisi harus lulus semua tahapan,’’ tegasnya. (dil/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close