Tergiur Gaji, Warga Berbondong ke Luar Negeri

39

MADIUN – Ratusan tenaga kerja Indonesia (TKI) masih didominasi wilayah Madiun Selatan. Mulai Geger, Dolopo, Dagangan, Kebonsari dan Wungu. Faktor utamanya lantaran berdekatan dengan Ponorogo yang selama ini menjadi kantong TKI terbesar se Jawa Timur. ‘’Lima kecamatan itu terbilang dekat Ponorogo,’’ ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun Wijanto Djoko Poernomo.

Kata Totok —sapaan Wijanto Djoko Poernomo, banyak Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) dari Bumi Reyog yang tebar promosi ke kabupaten ini. Akhirnya, banyak yang tertarik dengan pekerjaan di negeri orang dengan pendapatan di atas rata-rata. ‘’Beda dengan wilayah utara maupun timur. Seperti Gemarang yang hanya memberangkatkan 41 TKI saja. Wonoasri juga paling sedikit, hanya 50 TKI,’’ urainya.

Banyaknya warga yang mengais rejeki di luar negeri tersebab sempitnya lapangan pekerjaan di negeri sendiri. Itu tidak terjadi jika kabupaten ini berlimpah lapangan pekerjaan. ‘’Sayangnya, di kabupaten ini lapangan kerja masih belum banyak,’’ ungkapnya.

Belum lagi jika dibandingkan dengan besarnya pendapatan yang diperoleh para buruh migran. Pendapatan bersihnya, taksir Totok, berkisar Rp 5 juta di sektor informal. Sangat terpaut jauh dari upah minimum kabupaten (UMK) Rp 1,7 juta. Itu pun, rata-rata pendapatan bersihnya tinggal Rp 1,2 juta saja. ‘’Memang jauh perbandingannya,’’ tukasnya. (fat/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here