Tergerus Aliran Sungai, Jembatan Beringin Ditutup

28

MAGETAN – Kondisi jembatan Beringin di Kawedanan memprihatinkan. Sarana infrastruktur yang menghubungkan antara Desa Selorejo dengan Desa Ponggok itu nyaris ambrol. Setelah talut jembatan tersebut mengalami keretakan karena tidak mampu menahan derasnya terjangan arus sungai.

Bahkan, konstruksi jembatan sepanjang 20 meter itu ambles. Rusaknya jembatan alternatif itu diketahui oleh warga sejak Selasa (16/4) lalu. Saat itu sebagian wilayah Magetan diguyur hujan lebat. ‘’Sementara waktu jembatan ditutup untuk kendaraan roda empat,’’ kata Budi Ari Prasetyo, warga setempat.

Penutupan akses jembatan dilakukan dengan cara memasang batang bambu. Meski begitu, kendaraan roda dua tetap bisa melintas. Namun secara bergantian. Hal itu supaya kerusakan konstruksi jembatan tidak makin parah. ‘’Kalau posisi hujan dan aliran air sungai deras, jembatan ditutup untuk umum,’’ tuturnya.

Dampaknya, kata Budi, warga harus memutar sejauh empat kilometer jika ingin menuju ke Desa Selorejo maupun ke Desa Ponggok. Kondisi itu tentu menyita waktu. Karena sebelumnya jembatan tersebut sering dimanfaatkan oleh warga untuk mengangkut hasil bumi ke pasar menggunakan kendaraan roda empat. ‘’Selain sebagai jalur penghubung lintas kecamatan (Kawedanan-Ngariboyo), jembatan itu juga berfungsi sebagai lajur perekonomian kedua desa,’’ terang Budi.

Atas kejadian tersebut, warga sudah melaporkannya ke pemerintah desa setempat. Dengan harapan, supaya jembatan yang dibangun sejak puluhan tahun lalu itu segera mendapat perbaikan. ‘’Sudah waktunya direhabilitasi,’’ ujarnya. (mgc/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here