Terganggu Pabrik Arang, Petani Guyung Meradang

42
POLUSI UDARA: Seorang warga berjalan menembus asap dari pabrik arang tempurung kelapa di Desa Guyung, Gerih, Ngawi, Rabu (11/9).

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sejumlah petani di Dusun Guyung 2, Guyung, Gerih, Ngawi, meradang. Pemicunya, terganggu asap pabrik arang. Keresahan itu pun sampai ke meja Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono.  ‘’Hari ini (kemarin, Red) sudah kami cek ke lokasi,’’ kata Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Ngawi Arif Setiyono Rabu (11/9).

Laporan para petani itu dilayangkan Selasa lalu (10/9). Isinya beberapa keluhan. Mulai mengganggu pernapasan, tanaman layu, hingga produktivitas pertanian menurun. ‘’Mereka minta pemerintah daerah menindaklanjuti dengan mengeluarkan kebijakan,’’ ujarnya sembari menyebut sejumlah petani ikut menandatangani surat itu.

Penanda tangan juga melampirkan fotokopi identitas masing-masing. Pihaknya merespons surat itu dengan mengklarifikasi masalah tersebut kepada pemilik pabrik arang batok, Heri, warga setempat. ‘’Kami sudah bertemu langsung dengan pemiliknya,’’ ungkap Arif.

Usahanya sudah berjalan sejak enam bulan lalu. Informasinya, sempat beroperasi di kawasan permukiman tapi diprotes warga. Lalu pindah ke areal persawahan blok Cop-copan dusun setempat. ‘’Usaha itu sudah mengantongi izin lengkap. Mulai izin usaha, izin perdagangan, hingga IMB. Ada semua,’’ paparnya.

Sehingga, pihaknya tidak dapat menertibkan. Kecuali jika usaha yang dikelola CV Sumber Areng Makmur itu ilegal alias tanpa izin. ‘’Kami belum mengambil tindakan apa pun. Kecuali koordinasi dengan sejumlah pihak terkait,’’ jelasnya.

Arif menilai ada sedikit kejanggalan. Seharusnya, jika izinnya lengkap, tidak ada masalah. Termasuk dengan lingkungan sekitar. Sebab, penerbitan izin itu sudah ada kajian dari dinas terkait. Soal itu, Arif menyarankan konfirmasi ke dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) setempat.

Kasi Pemerintahan Desa Guyung Sunarto membenarkan ada keluhan sejumlah petani di sekitar pabrik tersebut. Namun, pihaknya juga tidak dapat berbuat apa-apa. Sebab, surat aduan mereka ditujukan langsung kepada bupati. Tidak melalui pemerintah desa setempat. Sepengetahuannya, usaha itu sudah memiliki izin lengkap dari pemkab. ‘’Kalau tindak lanjutnya (soal keluhan) kami tidak berani (bertindak). Karena aduannya ke pemkab,’’ katanya.

Sementara Heri, pemilik pabrik arang tempurung kelapa, belum bisa dikonfirmasi. Dikunjungi di pabriknya, Heri tidak di tempat. Mintarno, salah seorang karyawan, menyebut bosnya sedang kirim arang. Mintarno tak menampik pabrik itu dikeluhkan sejumlah pihak. ‘’Namanya usaha, apalagi di zaman sekarang pasti ada halangannya,’’ ujarnya.

Mintarno menyebut pabrik ini memperkerjakan 10 karyawan. Dia yakin usaha bosnya resmi. Bahkan, beberapa instansi sudah turun melakukan kajian. Termasuk Dinas Pertanian Ngawi yang mengkaji dampaknya. ‘’Mereka menyatakan panennya normal, tidak ada masalah. Makanya izinnya bisa keluar,’’ terangnya.

Menurut Mintarno, pabrik yang beroperasi 24 jam setiap hari tersebut akan tetap jalan. Karena memang tidak ada masalah. Pihak satpol PP juga tidak minta usaha dihentikan. Korps penegak perda itu hanya meminta ada perbaikan agar asap yang menyebabkan polusi bisa dikurangi. ‘’Yang penting hubungan baik dengan masyarakat sekitar tetap dijaga, itu pesannya,’’ ucapnya. (tif/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here