Magetan

Terdampak Pandemi, Seniman Pertunjukan Diminta Bersabar

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Para seniman ludruk di Desa Tunggur, Lembeyan, Magetan, harus bersabar. Sejak pagebluk korona mereka tak lagi bisa manggung. Akibatnya, penghasilan mereka terdampak. ‘’Sudah empat bulan kami tidak mengadakan pertunjukan,’’ kata Eka Sanjaya, salah seorang seniman ludruk, Kamis (9/7).

Eka mengungkapkan, sebagian besar seniman ludruk memang bukan asli warga Magetan. Sehingga, mereka sungkan minta bantuan sosial ke pemkab setempat. Meski kawasan Lembeyan bukan zona merah, tapi mereka tetap saja tidak bisa pentas. ‘’Penjual jasa seperti kami ini benar-benar merasakan efek dari korona,’’ ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Magetan berusaha mencari solusi. Sebab, seni pertunjukan lebih kompleks ketimbang pelayanan. Sehingga harus ada prosedur yang jelas untuk pencegahan Covid-19. ‘’Kami harap para seniman bersabar,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan Venly Tomi Nicholas.

Standard operating procedure (SOP) untuk seni pertunjukan tidak bisa dipukul rata. Sehingga, pihaknya harus merampungkan satu per satu SOP-nya. Sebab, beberapa ketentuan seperti pemakaian masker kadang justru mengganggu penampilan. ‘’Kami masih petakan yang benar-benar sesuai dan bisa dijalankan para seniman,’’ terangnya.

Sementara itu, Pemkab Magetan telah menerbitkan SOP hajatan. Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setkab Magetan Suhardi menyebut ada beberapa ketentuan. Antara lain, hiburan hanya untuk acara resepsi pernikahan. ‘’Jadi, para seniman kami beri kesempatan pentas tapi audiennya dikurangi,’’ jelasnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close