Terbakar Hebat, Rumah Bapak-Anak Rata Tanah

122

NGAWI – Keluarga Sujono, 77, ketiban apes. Rumahnya di Dusun Melok Wetan, Desa Sirigan, dini hari kemarin (12/2) terbakar. Celakanya lagi, api merembet ke rumah anaknya hingga kedua bangunan sama-sama jadi abu. Nyaris tak ada barang berharga yang bisa diselamatkan, termasuk dua motor.

Tidak diketahui pasti asal muasal api yang membakar kedua rumah tersebut. Sebab, malam itu Sujono sedang berada di rumah Anit Pujiati, menantunya yang bersebelahan dengan rumahnya. ‘’Anak saya (suami Anit Pujiati, Red) kerja di Kalimantan,’’ kata Sujono.

Sujono baru menyadari rumahnya dilalap api saat merasakan hawa panas ketika pulas di depan televisi rumah anaknya. Bersamaan itu, Anit mendengar suara gemeretak dari rumah sang mertua, lalu melihat kobaran api. Seketika, Sujono berteriak minta tolong hingga mengundang tetangga berdatangan. ‘’Api awalnya dari atap kamar,’’ ujarnya.

Warga pun langsung berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Meski begitu, dua bangunan dengan tiga atap tersebut tidak terselamatkan. Apalagi, rumah Sujono mayoritas berbahan kayu hingga membuat api merambat dengan cepat. ‘’Habis semua,’’ tuturnya.

Amukan si jago merah menebar ketakutan selama kurang lebih satu jam. Kayu mulut pintu dan jendela di teras rumah berubah menjadi arang. Pun, tumpukan balok kayu jati yang hendak digunakan untuk merenovasi rumah.

Beruntung, sebuah mobil masih bisa diselamatkan. Juga satu televisi dan jam dinding. ‘’Saya ditahan warga sini pas mau menyelamatkan barang-barang. Tinggal pakaian ini yang masih tersisa, semuanya ikut terbakar,’’ ungkap Sujono.

Sujono juga mesti merelakan uang tunai Rp 1,5 juta miliknya di dompet tidak ditemukan bekasnya. Pun, duit Rp 500 ribu kepunyaan menantu dan sejumlah perhiasannya. Berbagai dokumen penting seperti BPKB, sertifikat, dan kartu keluarga yang disimpan di lemari tak luput dari amukan api.

Beberapa karung gabah dan ketan hanya tinggal sisanya yang sudah berbau sangit. Telinga Sujono juga tidak lagi bakal mendengar kicauan enam burung peliharaannya. ‘’Sementara tinggal di rumah saudara. Tidak tahu nanti diperbaiki pakai apa,’’ ucapnya.

Usai kebakaran, bangkai motor Honda Supra X 125 dan Yamaha Xeon, tiga sepeda pancal, dan sejumlah perkakas rumah tangga dikumpulkan di halaman. ‘’Pasrah, mau bagaimana lagi kalau sudah begini,’’ ujarnya.

Purnomo, 49, tetangga korban yang rumahnya berjarak sekitar empat langkah dari rumah Sujono, mengamini kengerian selama kurang lebih satu jam itu. ‘’Pukul 02.00 itu, rumah Mbah Jono (Sujono, Red) sudah terbakar separo,’’ ungkapnya.

Kapolsek Paron AKP Widodo membenarkan malang yang menimpa keluarga Sujono tersebut. Pun, pihaknya sudah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). ‘’Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan korsleting listrik,’’ ujar Widodo. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here