Terapkan CFN saat Perayaan Pergantian Tahun

181

MADIUNCar free night (CFN) bakal diberlakukan saat malam perayaan pergantian tahun di Kota Madiun. Ada dua ruas jalan yang bakal disterilkan dari kendaraan bermotor. Antara lain di Jalan Pahlawan, Jalan Semeru, dan seputar alun-alun Kota Madiun.

Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Affan Priyo Wicaksono mengatakan, pemberlakuan CFN itu sengaja diterapkan untuk memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk menikmati malam pergantian tahun. Hasil koordinasi dalam forum LLAJ, penutupan lokasi CFN mulai diberlakukan sejak pukul 15.00. ’’Imbauan sudah kami siarkan bersama pemkot. Dengan harapan, warga bisa menyiasati mana saja jalan yang ditutup dan pengalihan arus lalu lintas,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun kemarin (30/12).

Seperti yang dari arah Ponorogo tujuan Solo, kata Affan, bisa melintas di Jalan Mayjend Sungkono. Sedangkan, yang dari arah Surabaya tujuan Ponorogo bisa langsung melalui Jalan S. Parman. Sedangkan warga yang datang dari arah Solo tujuan Surabaya bisa langsung melintasi ring road. ’’Nanti ada petugas yang berjaga di perbatasan,’’ ujar mantan kanit laka lantas Polres Sidoarjo itu.

Sedangkan untuk rekayasa lalu lintas di dalam kota, bakal dilakukan penutupan di beberapa jalan. Mulai bundaran patung pecel dekat Gereja Santo Cornelius sampai perempatan Tugu. Penutupan juga dilakukan mulai simpang empat Manguharjo, khususnya pada ruas Jalan Kolonel Marhadi. ’’Yang jelas, nanti kami akan lakukan sharing dan seleksi prioritas bagi kendaraan-kendaraan yang akan masuk ke kota,’’ terang Affan.

Sebagai gantinya, pihaknya menyediakan kantong-kantong parkir di sekitar lokasi CFN. Antara lain, di Jalan Jawa, Jalan Kalimantan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Sulawesi, dan sekitar simpang lima Bogowonto. ’’Jadi, ketika ingin masuk ke Jalan Pahlawan dan alun-alun Kota Madiun, harus jalan kaki. Intinya, rekayasa lalu lintasnya sama seperti saat pelaksanaan car free day (CFD),’’ jelas Affan.

Sekda Kota Madiun Rusdiyanto menuturkan, pada malam pergantian tahun, pemkot hanya punya acara sederhana di Balai Kota. Salah satunya doa bersama lintas agama di gedung pemerintahan itu. ‘’Kami juga siapkan panggung hiburan seni dan budaya di alun-alun Kota Madiun berikut pesta kembang api,’’ kata mantan kepala BPKAD Kota Madiun itu.

Selama malam perayaan pergantian tahun sebelumnya, Kota Madiun memang menjadi jujukan masyarakat luar kota untuk ikut berpesta. Sebagian besar datang dari Kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo, maupun Ngawi. Tahun ini kedatangan mereka akan dibatasi karena masing-masing wilayah itu sebenarnya juga menggelar perayaan serupa.

Meski demikian, polisi tidak akan serta merta menghentikan semua kendaraan yang masuk Kota Madiun. ’’Nanti kami lihat dulu. Kalau di tengah kota sudah padat, ya dialihkan ke tempat lain,’’ ujar Kabag Ops Polres Madiun Kota AKP Gatot Sudiyono.

Intinya, korps seragam cokelat ingin masyarakat tidak merayakan tahun baru secara berlebihan. Mereka berjanji langsung menilang pengendara yang tidak menaati aturan. Misalnya, bonceng tiga, tidak memakai helm, dan menggunakan knalpot brong.

Untuk keperluan pengamanan itu, 650 personel dari seluruh satuan akan disiagakan. Polisi juga menggandeng instansi dan beberapa komunitas untuk ikut mengamankan tahun baru. ’’Kami tempatkan petugas di tempat-tempat yang biasa dijadikan masyarakat menghabiskan malam tahun baru. Seperti di alun-alun Kota Madiun dan sejumlah pusat perbelanjaan,’’ terang Gatot.

Dia memastikan satu titik dalam kota akan menjadi prioritas pengamanan. Titik itu adalah panggung hiburan yang telah disiapkan pemkot untuk masyarakat di alun-alun Kota Madiun. ‘’Kami akan menutup jalan itu dari aktivitas lalu lintas,’’ jelas Gatot. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here