Tepis Wabah Hepatitis, Dinkes Pastikan Ponorogo Tak Tertular Pacitan

32
‘’Informasi itu hoaks. Saat ini kami berkoordinasi dengan petugas Puskesmas Ngrayun, belum ada laporan warga yang positif Hepatitis A.’’ drg. Rahayu Kusdarini, KADINKES PONOROGO.

PONOROGO – Mewabahnya penyakit hepatitis A di Pacitan dipastikan tak sampai merembet ke Ponorogo. Sampai kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo belum menerima laporan dari wilayah yang berbatasan dengan kabupaten tetangga tersebut. ‘’Informasi itu hoaks. Saat ini kami berkoordinasi dengan petugas Puskesmas Ngrayun, belum ada laporan warga yang positif Hepatitis A,’’ kata Irin-sapaan Kadinkes Ponorogo Drg. Rahayu Kusdarini.

Kendati begitu, Irin tetap mewaspadai penyakit yang kini telah ditetapkan kejadian luar biasa (KLB) di Pacitan tersebut. Dinkes meningkatkan intensitas koordinasi dengan puskesmas di wilayah perbatasan. Mulai Ngrayun, Tugurejo (Slahung), dan Watu Bonang (Badegan). Dengan menginstruksikan status waspada terhadap petugas medis di 17 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKT) di tiga wilayah perbatasan tersebut. Mengingat penyebarannya bisa melalui makanan atau cairan yang keluar dari tubuh penderita. ‘’Mobilitas masyarakat antara Ponorogo-Pacitan cukup tinggi. Ini sangat rawan,’’ terangnya.

Irin menjelaskan, penyakit itu menyerang dan mengakibatkan peradangan pada organ hati. Bahkan, dapat menyebabkan kematian. ‘’Jika tidak diobati dengan baik,’’ sambungnya.

Gejala awalnya, lanjut Irin, sulit dibedakan dengan penyakit lainnya. Yakni mata berwana kekuningan, mual, sakit perut, wajah pucat, dan lemas. Karenanya, jika ada yang mengalami gejala tersebut segera diperiksakan. ‘’Gejala mirip dengan penyakit lainnya. Karena itu sulit dibedakan dan lebih baik segera berhubungan dengan medis,’’ imbuhnya.

Sebetulnya Hepatitis A bukanlah penyakit yang ganas. Asalkan ditangani dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan istirahat cukup dan melakukan pengobatan secara benar. ‘’Tapi tidak boleh disepelekan. Seluruh penyakit harus ditangani dengan baik, termasuk Hepatitis A,’’ tuturnya.

Pihaknya berharap virus tersebut tidak menyebar ke Ponorogo. Pun dia mengimbau kepada warga agar memperhatikan kebersihan makanan. ‘’Selain itu sekali lagi kami minta jika mengalami gejala tersebut segera periksa ke medis,’’ tegasnya.

Sebelumnya, Kadinkes Pacitan Eko Budiono sempat menyatakan penetapan KLB hepatitis A bakal menjadi urusan bersama hingga pemerintah pusat dan world health organization (WHO). Agar tidak meluas ke daerah lain. ‘’Di wilayah Panggul (Trenggalek) ada yang positif, di wilayah Ponorogo juga ada yang positif,’’ ungkap Eko. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here