MadiunOpini

Tepat Waktu

PANDEMI masih berlangsung di negeri ini. Juga di dunia. Korona masih jadi topik utama. Tetapi kita tidak boleh terus larut dalam kekhawatiran. Karenanya, aktivitas mulai kembali dijalankan. Covid-19 kita tangkal dengan protokol kesehatan. Kapan pandemi akan berujung belum ada yang tahu. Sejumlah prediksi yang muncul terbukti salah. Ada yang memprediksi akan berakhir Juli ini. Nyatanya, periode ini mungkin malah puncaknya.

Namanya juga prediksi. Bisa salah, bisa juga benar. Karenanya, saya lebih suka mengacu pada ujung pandemi yang belum dapat dipastikan tadi. Artinya, kita harus bersiap dengan masa pandemi yang lama. Kita harus menyiapkan langkah jangka panjangnya. Upaya itu sedang kita lakukan. Upaya menekan angka penularan Covid-19 terus kita lakukan. Di lain pihak, kita tengah menyiapkan lompatan-lompatan sebagai antisipasi jangka panjang tadi.

Karenanya, jangan heran kalau sejumlah kegiatan di luar penanganan Covid-19 juga terus berjalan di Kota Madiun. Beberapa waktu kemarin, saya meresmikan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE). Peresmian ini bersamaan dengan launching Madiun Bus on Tour. Kedua kegiatan sejatinya tak berhubungan dengan penanganan Covid-19. Tilang secara eletronik lebih untuk membudayakan disiplin berlalu lintas. Sedang, Mabour untuk pelayanan wisata kota. Memang sudah di-launching. Namun, layanan bus belum saya buka. Melihat perkembangan situasi dan kondisi Covid-19.

Seperti diketahui, pembangunan fisik yang bermuara untuk peningkatan ekonomi ke depan juga terus berjalan. Ini sudah sering saya utarakan. Bahwa, peningkatan ekonomi pascapandemi nanti butuh lompatan luar biasa. Pembangunan tempat-tempat ekonomi baru tersebut saya persiapkan sebagai lompatan itu. Inilah ladangnya orang kota. Seperti sawah bagi orang pedesaan. Setidaknya ada banyak titik ekonomi baru. Mulai Pahlawan Street Centre, Sumber Umis, hingga sentra kuliner Rimba Darma. Semua titik itu tengah kita persiapkan untuk lompatan ekonomi pascapandemi nanti.

Satu lagi program di luar penanganan Covid-19 yang tetap berjalan. Yakni, program laptop gratis bagi pelajar. Program itu erat kaitannya dengan pendidikan. Tetapi ada kaitannya dengan pandemi saat ini. Ya, seperti diketahui, pemerintah pusat menerapkan belajar secara daring saat ini. Artinya, belum ada pembelajaran tatap muka secara langsung di kelas. Masyarakat bisa menggunakan peranti smartphone. Ada juga yang sudah pakai laptop maupun komputer duduk di rumah. Namun, tentu tidak semua pelajar sudah memiliki fasilitas itu. Tidak semua orang tua sudah menyiapkan fasilitas itu.

Karenanya, program laptop gratis ini tidak saya tunda. Tetap berjalan meski kemarin terjadi pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19. Anggaran itu masuk pos belanja tidak terduga. Nominalnya, sampai di atas seratus miliar. Itu di luar alokasi Covid-19 di dinas kesehatan. Belum lagi yang terpangkas pemerintah pusat. Untuk proyek fisik di dinas pekerjaan umum nyaris terpangkas separo dari total anggaran tahun ini. Terpangkasnya sekitar Rp 70 miliar. Artinya, banyak kegiatan fisik yang tertunda. Namun, bukan yang bermuara pada peningkatan ekonomi tadi.

Begitu juga program laptop gratis itu. Saya ingin tetap berjalan. Alhamdulillah, terealisasi mulai saat ini. Setidaknya, 1.425 dari 5.425 unit laptop sudah datang. Empat ribu sisanya bakal dikirim secara bertahap. Jumlahnya memang fantastis. Tidak memungkinkan dilakukan pengiriman sekaligus. Saya tidak ingin menunggu yang empat ribu itu datang baru dibagikan. Yang sudah datang ini kita bagikan duluan. Rencananya, Senin ini seremonialnya. Laptop itu memang untuk pelajar kelas V dan VIII. Laporan ke saya, tim sedang melakukan inventarisasi data. Itu penting, karena sudah ada beberapa pelajar yang pindah. Artinya, data sudah berubah. Biarpun hanya satu atau dua, tetapi sangat berpengaruh.

Saya ingin disegerakan untuk mendukung program belajar secara daring tersebut. Apalagi, tahun ajaran baru tengah dimulai. Minggu kemarin baru saja masa pengenalan lingkungan sekolah. Karenanya, program laptop ini saya rasa tepat waktu. Program ini semakin maksimal dengan wifi gratis yang sudah berjalan lebih dulu. Saya berharap kualitas belajar anak-anak tidak terganggu meski sedang pandemi. SDM yang berkualitas ini salah satu potensi di kota kita. Karenanya, pendidikan di Kota Madiun harus berkualitas entah bagaimanapun kondisinya. Pemerintah terus berupaya mewujudkan itu dengan berbagai cara. Salah satunya, program-program yang dijalankan secara tepat waktu.

Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close