Madiun

Tepat di Hari Jadi 102 Tahun, Kota Madiun Jadi Zona Hijau Pertama di Jatim

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tepat di hari jadi ke 102 tahun, Kota Madiun ditetapkan sebagai zona hijau pertama di Jawa Timur. Dengan kata lain Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun dinilai berhasil mengkontrol penyebaran covid-19. Hal itu langsung disampaikan Wali Kota Madiun Maidi dalam konferensi pers usai doa bersama acara hari jadi Sabtu malam (20/6). ‘’Didampingi forkopimda, alim ulama, tokoh masyarakat, anak yatim dalam kesempatan hari jadi Kota Madiun ke 102, Pemerintah Provinsi Jatim menetapkan Kota Madiun menjadi zona hijau,’’ kata Maidi.

Maidi mengatakan kabar baik tersebut sebagaimana diumumkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penetapan zona hijau didasarkan pada 15 indikator epidemiologis. Diantaranya tingkat kematian kasus covid-19 di Kota Madiun nol atau CFR 0 persen. ‘’Ini sebagaimana disampaikan Ibu Gubernur Jawa Timur (Khofifah Indar Parawansa, Red),’’ lanjut Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun itu.

Indikator selanjutnya, pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Madiun selama 3 bulan tercatat hanya ada 7 orang. Testing melalui rapid test juga telah dilakukan secara massif yang dilanjutkan dengan pemeriksaan tes cepat molekuler (TCM). Selain itu, tren penambahan jumlah pasien positif covid-19 sangat rendah, rata-rata hanya  bertambah 1 orang setiap 1-2 minggu.

Indikator lain Kota Madiun juga dinilai berhasil menjadi zona hijau yakni tracing ratio yang dilakukan sangat bagus. Di mana setiap satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 rata-rata ditemukan tracing orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 30 orang serta segera dilakukan isolasi. Sejauh ini, selama masa pandemi, pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal di Kota Madiun tercatat hanya tiga orang di mana seluruhnya dinyatakan negatif berdasarkan swab test.

Kendati demikian Maidi menyebut dengan status zona hijau tersebut justru kedisplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan akan semakin diperketat. Artinya masyarakat diminta tidak boleh lengah dan seenaknya sendiri. ‘’Zona hijau bukan berarti seenaknya sendiri, justru akan saya perketat agar zona hijau ini dapat dipertahankan,’’ tegas Maidi.

Ke depan pemerintah bakal menempatkan seluruh aparat gabungan TNI, Polri, Satpol PP di pusat-pusat keramaian yang telah dibuka secara bertahap. Petugas gabungan itu, lanjut Maidi, bertugas mendisiplinkan warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan. ‘’New normal aktivitas sosial, agama, ekonomi sudah dijalankan sebulan lalu, zona hijau harus dipertahankan. Itu bisa dilakukan berkat komitmen dari masyarakat,’’ imbuhnya.

Selain itu bagi pendatang dari daerah dengan kategori zona merah tetap diminta mematuhi prosedur yang ada. Yakni menjalani prosedur karantina selama 14 hari. Pun mendapat pengawasan serta pemantauan ketat dari kader kesehatan. ‘’Mohon maaf jika ada pendatang sekiranya temperatur tubuh dan memiliki gejala mirip covid-19 akan tetap kami karantina,’’ ujarnya.

Maidi menambahkan pemerintah juga bakal menggencarkan rapid test secara masif. Sebelumnya tercatat jurnalis, DPRD, seluruh guru bimbingan konseling (BK), pengawas dan kepala sekolah di Kota Madiun telah menjalani rapid test dan hasilnya non reaktif. Rencananya dalam waktu dekat ribuan guru di Kota Pendekar akan menjalani tes cepat. ‘’Tidak boleh melepas protokol kesehatan, ini harus, karena kita semua masih beradampingan dengan covid-19,’’ tambahnya.

Sebagaimana keterangan resmi dari Biro Humas dan Protokol Pemprov Jawa Timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi seluruh langkah yang ditempuh Pemkot Madiun. Sebelumnya, Kota Madiun juga mendapatkan penghargaan dalam kategori tertinggi Kota Sehat oleh Menkes Terawan dan Mendagri Tito Karnavian di akhir 2019 lalu.

Sementara itu kini zona merah atau daerah berisiko tinggi penularan covid-19 di Jatim telah turun dari 12 daerah menjadi 7 daerah. Yakni Kabupaten Jombang, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Mojokerto. Sedangkan untuk zona oranye atau daerah dengan risiko sedang penularan covid-19 yakni Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Malang, Kabupaten Jember, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Nganjuk. Serta Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Magetan, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tuban dan  Kabupaten Lamongan.

Berikutnya untuk zona kuning atau daerah dengan risiko rendah penularan covid-19 di Jatim meliputi Kabupaten Madiun, Kota Probolinggo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Blitar, Kota Pasuruan. Kemudian Kabupaten Sumenep, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Ngawi, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Lumajang. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close