Tengah Ramadan, Harga Bapok Stabil

7

PACITAN – Memasuki pertengahan Ramadan harga bahan pokok (bapok) relatif stabil. Bawang putih misalnya, kembali normal Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan gula pasir naik Rp 1.000 per kilogram. ‘’Sebelumnya Rp 11.500 sekarang Rp 12.500,’’ kata Sariyah, pedagang sembako di Pasar Arjowinangun Pacitan, Selasa (21/5).

Sementara harga beras medium IR 64 stabil Rp 9.000  ribu per kilogram. Sedangkan mentik dan bengawan Rp 11 ribu.  Minyak goreng curah (Rp 10 ribu), minyak goreng kemasan (Rp 11 ribu), telur ayam (Rp 21 ribu), daging ayam (Rp 36 ribu) dan daging sapi (Rp 125 ribu). ‘’Cabai yang dulu tinggi sekarang juga hanya Rp 20 ribu,’’ imbuhnya.

Pedagang asal Desa Menadi, Pacitan,  itu memperkirakan kenaikan akan terjadi sepekan jelang Lebaran. Itu pun tidak seluruhnya. Kemungkinan telur ayam yang melonjak seiring naknya permintaan. Mulai untuk bahan kue atau lauk. Sementara stok mulai menipis. ‘’Karena kebanyakan pedagang dapatnya dari Tulungagung. Saat mendekati atau saat Lebaran tidak ada kiriman,’’ jelasnya.

Diperkirakan kenaikan harga bakal bertahan hingga 15 hari setelah Lebaran. Pasalnya menyesuaikan pengiriman kembali dari Tulungagung. Kondisi tersebut, menurut dia,  terjadi setiap tahun. ‘’Yang terpenting kami jual agar tidak rugi dan cepat laku,’’ tuturnya.

Bupati Pacitan Indartato bersyukur harga sembako stabil. Sehingga, tidak ada masalah dengan daya beli masyarakat. Jika terjadi kenaikan harga jelang Idul Fitri pihaknya akan menggelar operasi pasar atau pasar murah. ‘’Tidak setiap hari, hanya dalam kondisi tertentu, jika kenaikannya fantastis,’’ bebernya usai sidak di Pasar Arjowinangun kemarin (21/5).

Kunjungannya ke Pasar Arjowinangun itu juga untuk melihat sarana dan prasarana pasar tersebut. Pihaknya akan merenovasi bertahap tanpa memindahkan keseluruhan pedagang. ‘’Selain itu juga soal parkir. Kami punya lahan yang dibeli 1997 lalu, nanti sebagian bisa untuk lahan parkir,’’ imbuhnya.

Selain di Pasar Arjowinangun, sidak juga digelar di Pasar Punung dan Donorojo. Kepala dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) dan kepala bagian perekonomian juga mendampingi. Agenda sidak tersebut bukan yang terakhir. Kemungkinan bakal kembali melakukan sidak ke pasar lain. ‘’Pada waktu tertentu saya akan lihat,’’ ujarnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here