Tenaga Kerja Profesional di Kabupaten Madiun Terbatas

110

MADIUN – Serapan tenaga kerja di Kabupaten Madiun masih terbatas. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya angkatan kerja yang menganggur karena belum memenuhi standar perusahaan. ‘’Perlu adanya sertifikasi,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun Wijanto Djoko.

Sebab, menurut dia, saat ini beberapa perusahaan lebih mementingkan tenaga kerja yang mempunyai skill. Karena itu, pelatihan para pencari kerja (pencaker) mendesak dilakukan. ‘’Kan kami sudah kerja sama dengan balai latihan kerja (BLK) yang ada di Caruban,’’ ujar Totok, sapaan Wijanto Djoko.

Di BLK, lanjut dia, para pencaker dapat diberi pelatihan berjenjang selama 40 hari. Tidak hanya lima hari seperti pada umumnya. Dengan begitu, mereka punya modal kemampuan bekerja. ‘’Kalau ibarat kata, lima hari itu hanya membuat lengan bajunya, sementara yang 40 hari itu bisa membuat baju utuhnya,’’ ungkap Totok.

Totok menyebut, tahun ini pihaknya ditarget mampu mengantarkan sekitar 2 ribu pencaker memperoleh tempat kerja di dalam maupun luar negeri. Target itu naik sekitar 500 penempatan pencaker dibandingkan tahun 2018.

Dia mengaku target itu tak mudah dicapai. Apalagi, saat ini kualifikasi pencaker makin naik. ‘’Kalau memang (pencaker) ingin mendapatkan tembahan skill, kami telah memfasilitasi, tinggal kemauan mereka saja,’’ ucapnya.

Beruntung di saat serapan tenaga kerja rendah, sejumlah SMK di Kabupaten Madiun mempunyai keinginan kerja sama dalam hal pelatihan kerja. Itu sekaligus membuka peluang penempatan kerja. Hanya, proses kerja sama harus melalui rekomendasi disnaker. ‘’Seleksi sudah jalan, terjadwal pada Januari semua untuk BKK,’’ tandas Totok. (mg4/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here