Temukan Retakan Baru Sepanjang 1 Km di Dusun Polo

100

NGAWI – Retakan baru ditemukan sejumlah relawan ketika mengecek kondisi tanah retak di Dusun Polo, Desa Hargosari, Sine. Lokasinya di lereng gunung yang sama saat ditemukan fenomena serupa sekitar setahun lalu. ‘’Tapi, ini agak di atasnya beberapa meter,’’ kata koordinator lapangan (korlap) relawan Ranger Kecamatan Sine Yudjarsi kemarin (18/3).

Yudjarsi mengungkapkan, Kamis lalu (14/3) pihaknya bersama warga setempat sengaja mengecek kondisi tanah retak yang pernah terjadi setahun lalu. Itu dilakukan atas inisiatif relawan Ranger yang hari itu kebetulan sedang membantu proses evakuasi rumah yang terdampak angin kencang. ‘’Semua daerah yang rawan bencana selalu kami monitor, termasuk tanah retak di wilayah Hargosari,’’ ujarnya.

Beruntung, retakan baru itu kondisinya tidak separah retakan setahun lalu. Panjangnya ’’hanya’’ sekitar satu kilometer. ‘’Tapi tidak sambung, retakannya putus-putus (patahan),’’ ungkapnya sembari menyebut sudah ada retakan yang mengakibatkan tanah melorot hingga satu meter.

Meski begitu, kata dia, kondisi tersebut tetap saja berbahaya. Apalagi, saat ini masih sering turun hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi memperparah retakan tanah. Apalagi, di bawah lereng tersebut terdapat permukiman penduduk. ‘’Kalau dampak langsung saat ini belum ada karena lokasinya bukan di tengah permukiman, tapi masih dalam kawasan hutan pinus,’’ paparnya.

Mengkhawatirkan lagi, lanjut Yudjarsi, alat early warning system (EWS) pendeteksi dini tanah longsor di dusun setempat disangsikan masih dapat berfungsi. Sebab, sejak dipasang oleh pihak Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, hingga saat ini belum pernah dilakukan pengecekan maupun perawatan. ‘’Justru kami yang diminta BPBD untuk mengecek kondisi alat tersebut,’’ imbuhnya.

Alat tersebut diragukan masih berfungsi lantaran selama terjadi pergerakan tanah itu belum sekalipun berbunyi. Karena itu, dia berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan. ‘’Sudah seharusnya ada perawatan atau pengecekan secara rutin untuk memastikan alat itu masih berfungsi,’’ tuturnya.

Sementara, Plt Kepala Pelaksana BPBD Ngawi Eko Heru Tjahjono belum bisa dikonfirmasi terkait temuan retakan baru di Dusun Polo, Hargosari. Begitu pula kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD setempat, hingga kemarin sore belum bisa dihubungi. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here