Temukan Kenjanggalan, Belasan SKL Nyeleneh

33
LENGKAPI BERKAS: Panitia PPDB SMPN 2 Ngawi saat memeriksa SKL yang diserahkan pendaftar.

NGAWI – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP tahun pelajaran 2019/2020 diwarnai kejanggalan. Di SMPN 2 Ngawi ditemukan belasan surat keterangan lulus (SKL) tertanggal sebelum pengumuman resmi kelulusan sekolah dasar (SD).

Menyadari adanya ketidakberesan, pihak panitia PPDB sekolah setempat memilih mengembalikan belasan SKL nyeleneh tersebut kepada pendaftar.  ‘’Kelulusan SD resminya Rabu (12/6) lalu, tapi ada pendaftar yang menyerahkan SKL dengan tanggal 10, 3, dan 1 (Juni),’’ kata panitia PPDB SMPN 2 Ngawi Matrik Agus Kamis (13/6).

Matrik menduga, adanya belasan SKL nyeleneh itu disebabkan kekeliruan pihak SD memasukkan tanggal saat menerbitkan berkas tersebut. Karena itu, panitia PPDB SMPN 2 Ngawi meminta para pendaftar kembali ke SD masing-masing untuk membetulkan SKL yang ditengarai salah ketik tanggal terbit tersebut. ‘’Tidak mempersulit, sesuai juknis administrasi memang seperti itu,’’ tegasnya.

SKL nyeleneh itu bukan satu-satunya kejanggalan. Sebelum pengumpulan SKL dilaksanakan, panitia PPDB SMPN 2 Ngawi mendapati sejumlah nama pendaftar yang sama persis dengan sekolah lain. Puluhan calon siswa ditengarai mendaftarkan diri di sejumlah SMPN wilayah Ngawi Kota.

Matrik tidak menampik bahwa terdapat benang merah antara SKL nyeleneh dengan pendaftar ndobel. Kendati demikian, pihaknya enggan berprasangka negatif. ‘’Mungkin karena orang tua yang khawatir berlebihan. Tapi, akan terungkap kejelasannya setelah pengumuman resmi nanti. Saat ini kami masih melakukan rekap,’’ paparnya.

Ketua MKK SMP Ngawi Hary Supriyono mengatkan, adanya sejumlah kejanggalan yang mewarnai PPDB tahun ini harus segera ditindaklanjuti. ‘’Mestinya, dinas terkait segera ambil langkah untuk menyikapi. Sebab, sekolah juga akan kewalahan,’’ katanya.

Hary menambahkan, sejumlah SMP juga mengeluhkan perbedaan wujud SKL dari satu SD dengan SD lainnya. Menurutnya, fenomena kerancuan dalam PPDB akan teratasi jika SKL SD diseragamkan. ‘’Paling tidak diseragamkan formatnya. Kalau sudah begitu, akan minim terjadi pendaftar dobel dan tidak diragukan keaslian SKL-nya,’’ pungkas Hary. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here