Temukan Hewan Dilindungi, Begini yang Dilakukan Bocah 10 Tahun Ini

1326

WUNGU – Tidak banyak anak yang memiliki pemikiran brilian seperti Rian Wijaksono. Bocah 10 tahun itu memilih menyerahkan seekor elang jenis ular bido yang ditemukannya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim Wilayah I Madiun. Alasan warga Kelurahan Pilangbango, Kartoharjo, Kota Madiun, itu karena mengetahui satwa bernama latin Spilornis cheela tersebut dilindungi UU 5/1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistem.

Rian menemukan elang itu ketika bermain dengan teman-temannya di pekarangan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, Minggu lalu (9/9). Mereka melihat satwa setinggi sekitar 50 sentimeter itu terdiam di atas tanah. Rian pun dengan mudah menangkapnya menggunakan kurungan bambu. Awalnya, satwa berbulu cokelat itu dikira ayam jago. Setelah diamati lebih saksama, ternyata elang. ‘’Elangnya tidak terbang, saya tangkap dan bawa pulang ke rumah,’’ kata Rian.

Setibanya di rumah, Rian menunjukkan satwa tangkapannya itu ke ayahnya. Orang tua bocah kelas IV SD itu seketika kaget lantaran mengetahui yang ditangkap adalah satwa dilindungi. Dia paham karena merupakan anggota salah satu komunitas pencinta burung. Mengetahui itu, Rian bertanya langkah yang harus diambil. Dia disarankan agar elang diserahkan ke BKSDA. ‘’Dipelihara sehari di rumah dikasih makan lele,’’ ungkapnya.

Rian mengatakan, dirinya ke kantor BKSDA diantar tetangganya menggunakan mobil. Elang dengan paruh berwarna kuning dengan gradasi hitam di ujungnya itu dimasukkan kandang besi yang biasanya dipakai kucing. Setibanya di lokasi membuat berita serah terima. ‘’Karena memang tidak boleh dipelihara,’’ ujarnya ketika ditanya kesediaannya menyerahkan satwa itu ke BKSDA.

Petugas BKSDA Jatim Wilayah I Madiun Daru Sudiro mengatakan, elang tidak bisa terbang karena sejumlah bulu ekornya hilang. Meski begitu, kondisinya cukup baik. Dia tidak bisa memastikan asal-usul hewan yang merupakan bagian dari suku Accipitridae tersebut. Apakah satwa yang tersesat atau peliharaan orang lain yang terlepas. Pihaknya menitipkan elang itu ke balai konservasi Madiun Umbul Square (MUS) untuk dirawat. ‘’Karena kami tidak punya kandang yang representatif,’’ katanya.

Daru memandang, keputusan Rian patut menjadi teladan. Sebab, tidak banyak warga yang bersedia menyerahkan satwa yang dilindungi secara sukarela ke tempatnya. ‘’Masih sedikit yang peduli dengan kehidupan satwa dilindungi,’’ ujarnya. (cor/c1/fin)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here