PeristiwaPonorogo

Temuan Kendaraan Modifikasi Pengangkut BBM, Bukti Pemkab Kecolongan

PONOROGO – Temuan tiga kendaraan yang dimodifikasi untuk mengangkut bahan bakar minyak (BBM) menandakan pemkab kecolongan. Mengingat Dinas Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dinperdakum) Ponorogo telah mengumpulkan perwakilan 22 SPBU di 21 kecamatan. Nyatanya, masih ada konsumen nakal yang kepergok polisi saat razia di sekitaran SPBU Asem Buntung, Selasa (16/7).

Kepala Dinperdakum Ponorogo Addien Andhanawarih menyatakan telah meminta pengelola SPBU memperketat pengawasan. Menindaklanjuti rentetan kebakaran dan kasus pertamax oplosan di SPBU Bangunrejo, Sukorejo. ‘’Kebakaran ketiga kalinya disebabkan mobil yang dimodifikasi khusus. Tentunya itu harus diawasi betul,’’ tegasnya.

Jika pengelola SPBU tak lalai, serentetan kejadian bisa ditekan. Sehingga, tidak ada petugas nakal yang nekat bermain. Mulai melayani konsumen dengan kendaraan modifikasi hingga mengoplos BBM. ‘’Harus selektif melayani konsumen. Aturan dan larangan pembelian harus diterapkan,’’ katanya.

Addien juga meminta seluruh SPBU mengevaluasi kinerja karyawan. Pembelian solar untuk diesel pengairan sawah harus melampirkan surat keterangan (suket) dari pemerintah desa setempat. Pihaknya juga meminta pengusaha SPBU rutin berkoordinasi. Terutama terkait kejanggalan tentang BBM yang dicampur dan dijual bebas ke masyarakat. Serta jika mendapati pembelian secara tak wajar. ‘’Itu sangat membahayakan semuanya,’’ tegasnya.

Jika hal-hal seperti itu tak diindahkan, kepercayaan konsumen terhadap pelayanan BBM di Bumi Reyog bisa luntur. Rentetan kebakaran hingga kasus pertamax oplosan pastilah membuat pelanggan cemas. Saat pertama kasus itu mencuat, pemkab sampai membuka layanan aduan masyarakat. ‘’Seluruh pihak terkait harus berkoordinasi agar kejadian serupa tak terulang di kemudian hari,’’ jelasnya.

Seperti diketahui, mobil yang dimodifikasi khusus untuk mengangkut BBM menjadi biang keladi kebakaran di dua SPBU dan satu pertamini. Namun, sampai kini mobil dengan saluran slang di tangkinya itu masih dibiarkan bebas berkeliaran. Tidak ada ketegasan konkret dari pemkab dan kepolisian. (mg7/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close