Temuan Bupati Magetan Empat Toko Modern Bodong

186

MAGETAN – Bukan hanya toko modern di Desa Tanjungsepreh, Maospati, yang mendapat atensi dari Bupati Magetan Suprawoto. Telunjuknya sudah menunjuk ada empat toko modern berjejaring yang kini dalam pantauannya. Semuanya kompak menilapnya alias tidak mengajukan izin pendirian. Namun, sudah berani beroperasi. Yakni, berada di empat kecamatan berbeda: Bendo, Magetan, Barat, dan Panekan. ’’Masih kami peringatkan, karena tidak berizin, harus ditutup,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto.

Pemkab Magetan sejatinya melunak lantaran empat toko modern itu sudah telanjur beroperasi. Pengusaha diberi waktu untuk menghabiskan barang dagangan yang sudah telanjur di-drop. Dengan catatan, tidak menambah kembali barang-barang yang dijual di sana. Sehingga, setelah barang itu habis sesuai waktu yang telah ditetapkan, mereka menutup sendiri toko modern berjejaring tersebut. ’’Jangan ditambah, tapi dikurangi,’’ ujarnya.

Kepala Satpol PP dan Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi mengaku sudah memanggil keempat pengusaha toko modern tak berizin itu. Tepatnya pada 25 Januari lalu. Keempatnya sudah membuat surat pernyataan yang berisi dalam kurun waktu 15 hari bakal menghentikan usaha yang sudah beroperasi tersebut. ’’Pihak toko modern minta waktu sampai 15 Februari untuk berkonsultasi dengan pihak manajemen,’’ katanya.

Namun, hingga 15 Februari lalu, ternyata tidak ada realisasi dari pihak pengusaha. Usaha itu masih saja berjalan seperti biasa. Alhasil, korps penegak peraturan daerah (perda) itu mengirimkan surat teguran pertama. Jika masih saja bandel, bakal dikirimkan surat teguran yang kedua hingga ketiga. Jika masih saja mengabaikan surat teguran itu, maka tak ada jalan lain kecuali mengeksekusinya secara paksa alias menyegelnya. ’’Langkah yang kami ambil sudah sesuai prosedur,’’ ujarnya.

Sejatinya, tak ada perda yang mengakomodasi penyegelan toko modern berjejaring. Namun, mengacu pada Permendagri 54/2011 tentang Standar Operasional Prosedur Satuan Polisi Pamong Praja, penutupan usaha tidak berizin itu bisa dilakukan. Paling tidak pekan depan pihaknya bakal melihat progres keempat toko modern berjejaring tersebut. ‘’Kami lihat apakah menambah stok atau menghabiskan barang yang ada,’’ katanya.

Chanif mengaku kesulitan dalam menertibkan toko modern tak berizin di Kabupaten Magetan yang sudah telanjur berdiri itu. Sebab, dari pihak toko modern tidak mendatangkan pejabat yang bisa mengambil keputusan. Melainkan hanya mendatangkan karyawan biasa. Sehingga, tidak bisa diambil keputusan secepatnya pasca ditemukan pelanggaran izin yang belum terbit itu. ‘’Ini jadi kendala kami, tidak bisa menemui pihak manajemen toko modern berjejaring itu,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here