Telaga Sarangan Butuh Pos Pemantau Wisatawan

103
MENGHANYUTKAN: Keberadaan Telaga Sarangan yang selalu padat pengunjung saat akhir pekan ternyata tidak diimbangi dengan sistem pengamanan yang kredibel dari Disparbud Magetan.

MAGETAN – Longgarnya pengawasan terhadap pengunjung Telaga Sarangan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Paling utama adalah selalu gagalnya usulan penempatan tim reaksi cepat (TRC) dari BPBD Magetan di objek wisata unggulan pemkab itu dalam dua tahun terakhir. ‘’Tidak pernah disetujui,’’ terang Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Fery Yoga Saputra Jumat (14/6).

Permasalahan yang sama juga terjadi saat BPBD mengusulkan anggaran pendirian pos pengamanan. Usulan itu selalu dicoret dari skala prioritas penganggaran. Padahal, kata Fery, personel sudah ada. Ditempatnya terdapat dua orang yang mempunyai keahlian menyelam dengan baik. ‘’Kami kan disana butuh tempat untuk memantau pengunjung. Kalau tidak ada tempat, bagaimana kami bisa memantau,’’ terangnya.

Menurutnya, sudah seharusnya sebuah objek wisata air itu ditunjang dengan keberadaan pos pengamanan pengunjung. Termasuk di Telaga Sarangan dan Wahyu. Di dua objek wisata itu sampai saat ini belum terdapat pos pengamanan. ‘’Dengan adanya kejadian ini, kami akan kembali usulkan. Semoga saat PAK (perubahan anggaran keuangan) 2019 bisa disetujui,’’ harap Fery.

Terkait penempatan SDM, Fery menyebutkan setidaknya dibutuhkan empat petugas untuk mengamankan pengunjung Telaga Sarangan. Sebagai tambahan, pihaknya berencana mengirimkan kembali dua personel BPBD tambahan untuk kursus menyelam. Serta petugas BPBD lainnya untuk berlatih search and rescue (SAR) pada  saat PAK 2019. ‘’Kami akan mengirim dua personel lagi, kalau disetujui,’’ ungkapnya.

Diakuinya, kasus yang menimpa Dodik Supriyo, 46, wisatawan asal Kota Madiun bukan kali pertama terjadi di Telaga Sarangan. Dua tahun lalu sejak 2016 selalu ada seorang pengunjung yang meregang nyawa karena tenggal di objek wisata itu. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here