Telaga Ngebel Sedap Dipandang Mata

50
RESPONSIF: Tim bersih-bersih yang dipimpin Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo Lilik Slamet Raharjo bersama warga membersihkan sampah di Telaga Ngebel kemarin.

PONOROGO – Dinas Pariwisata (Dispar) Ponorogo responsif terhadap keasrian Telaga Ngebel. Kemarin (1/4) organisasi perangkat daerah (OPD) itu menerjunkan tim pembersih sampah di tempat wisata andalan Bumi Reyog ini. Menindaklanjuti keluhan banyaknya sampah yang mengotori permukaan telaga dari sejumlah wisatawan. ‘’Semua sampah diangkat,’’ kata Kepala Dispar Ponorogo Lilik Slamet Raharjo.

Lilik memimpin langsung kegiatan bersih-bersih. Warga setempat ikut membantu puluhan anak buahnya. Mengitari telaga menggunakan kapal, mereka gotong-royong menyapu sampah berbagai jenis memanfaatkan jaring. Mulai sampah organik dan non-organik berupa plastik, pampers, dan ranting pohon, hingga terkumpul puluhan karung. ‘’Pengunjung mana yang tidak terganggu kalau melihat banyak sampah,’’ ujarnya.

Menurut Lilik, asal sampah dari para pedagang kaki lima (PKL) Telaga Ngebel. Juga limbah rumah tangga milik warga desa setempat. Itu diketahui hasil pemantauan bersamaan kegiatan bersih-bersih. ‘’Ternyata bukan dari pengunjung,’’ ucapnya kepada Radar Ponorogo.

Selain tidak sedap dipandang mata, Lilik menilai keberadaan sampah dapat merusak ekosistem. Bahkan berpotensi menyebabkan pendangkalan sedimen dasar telaga. ‘’Dulu kedalaman Telaga Ngebel ini 80-an meter. Sekarang tinggal 50-an meter,’’ ungkapnya.

Dispar berkomunikasi dengan paguyuban PKL untuk membantu menjaga keasrian telaga. Pun keluhan wisatawan atas banyaknya sampah tidak terulang kembali. Persoalan menjaga lingkungan alam merupakan tugas bersama. OPD itu bakal memasang papan bertuliskan pasal 10 ayat Perda 6/2011 terkait larangan membuang sampah di fasilitas umum. Memuat sanksi pidana kurungan penjara maksimal 60 hari dan denda Rp 50 juta. ‘’Bentuk sosialisasi kepada warga dan ikut serta menjaga alam khususnya objek wisata,’’ tuturnya. (mg7/cor/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here