Teknik Tinggi Imam Mustaqim Melukis Kaligrafi

28

PONOROGO – Butuh kecepatan dan teknik tinggi untuk melukis kaligrafi menggunakan silikon dan prada emas. Sifat silikon yang mengeras ketika sudah tak panas menjadi tantangan tersendiri. Imam Mustaqim, seniman kaligrafi asal Desa Mojopitu, Kecamatan Slahung sanggup memproduksinya.

Lekukan huruf arab bertuliskan ayat kursi itu memancar ketika tersorot cahaya. Tekstur huruf yang timbul mengesankan tulisan itu dari tinta emas. Setiap detail hurufnya tertulis dengan sangat rapi. Sulit membedakan apakah itu buatan mesin atau manusia. Kesan mewah nan elegan itu kentara karena pembuatnya menggunakan silikon dan prada emas. ‘’Jarang kaligrafi menggunakan media seperti ini. Harus teliti dan ekstra hati-hati,’’ kata Imam Mustaqim, pelukis kaligrafi.

Hasil lukisan menggunakan media itu memang terlihat lain dibanding menggunakan cat. Meskipun sama-sama kaligrafi, silikon dan prada emas menimbulkan kesan mewah dan elegan. Setimpal dengan proses pembuatan yang membutuhkan teknik dan jam terbang tinggi. ‘’Media ini baru saya geluti lima bulan terakhir,’’ lanjutnya.

Imam sebetulnya hobi melukis kaligrafi sejak mesantren sekitar 2010 lalu. Hanya, ketika itu dia melukis menggunakan media cat. Kemampuan melukisnya terus diasah selama di pesantren. Setelah lulus dari pesantren sekitar 2018 lalu dia mulai mengeksplorasi kemampuan kaligrafinya. Ide melukis menggunakan media silikon dan prada emas berawal saat melihat pameran lukisan kaligrafi. ‘’Waktu itu saya juga mengira bahannya benar-benar dari emas. Setelah tahu caranya, akhirnya belajar sendiri,’’ ungkap anak tunggal pasangan Wagiman-Sulasmi itu.

Imam butuh waktu sebulan mempelajari teknik melukis kaligrafi dengan media baru itu.

Pertama, silikon dipanaskan hingga meleleh. Kemudian digoreskan sesuai sketsa kaligrafi yang telah digambar sebelumnya. Proses itu harus dilakukan dengan cepat. Sebab, silikon cepat mengeras ketika sudah tidak panas. ‘’Kalau sampai goresannya njebret (belepotan) gagal. Harus mulai dari awal lagi,’’ sambungnya.

Karya pertamanya dengan media silikon dan prada emas itu dibuatnya sebulan. Seiring berjalannya waktu, kemampuannya semakin terasah. Untuk menyelesaikan kaligrafi dengan desain rumit dan besar, kini dia hanya butuh waktu empat hari. ‘’Sekarang mulai buka sanggar dan mengajar ekstrakulikuler kaligrafi di beberapa sekolah,’’ terangnya.

Imam pun mulai dibanjiri pesanan dari berbagai daerah di Eks Madiun. Dalam sebulan dia mampu mengirimkan lima pesanan. Variasi harganya mulai Rp 150 hingga Rp 750 ribu. Tergantung desain dan ukuran. *** (fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here