Teddy Kurniawan Berkibar dengan Bisnis Buku-ATK

98

MADIUN –  Teddy Kurniawan tampaknya memang berjodoh dengan buku dan alat tulis kantor (ATK). Usahanya di bidang itu terus berkembang. Tidak hanya kawasan Madiun Raya, pelanggan tokonya kini telah merambah hingga luar daerah seperti Bojonegoro dan Trenggalek.

Bukan perkara mudah bagi Teddy membangun bisnis buku dan ATK hingga besar seperti sekarang. Jauh sebelum itu dia berjualan sembako. Namun,  krisis moneter 1998 silam memaksa toko sembakonya  gulung tikar. ‘’Saya lalu berpikir cari peluang bisnis lain sampai akhirnya buka usaha toko buku,’’ kenangnya.

Tiga tahun pertama merintis toko buku, Teddy merangkap menjadi sales. Dia berkeliling Madiun menjajakan produk ATK. Selama itu pula Teddy banyak belajar cara komunikasi untuk meyakinkan konsumen agar mau membeli produknya.  ‘’Saya juga banyak belajar dari konsumen, terutama tentang barang baru yang di saya belum ada,’’ jelasnya.

Bagi Teddy, time is money. Dia berupaya tidak menyia-nyiakan waktu. Selalu mendisiplinkan diri dan on time dalam setiap kesempatan.  Juga memanfatkan waktu untuk hal produktif.  ‘’Daripada buat yang lain,  kalau saya mending dipakai buat kerja,’’ sebutnya.

Pria 36 tahun itu juga berupaya jujur dalam berbisnis serta berani mengambil risiko. Ambil contoh ketika Teddy memutuskan membuka cabang di Jalan Bali belasan tahun silam. Tidak sedikit yang menanggapi dengan skeptis lantaran jalur itu dinilai sepi.

Ide kreatif mengantar sebuah boneka Teddy Bear mengenakan toga lengkap dengan topi wisuda menjadi ikon tokonya. ‘’Boneka itu saya beli waktu jalan-jalan ke sebuah mal di Jogja. Lumayan mahal harganya. Begitu lihat, saya langsung berpikir boneka itu cocok untuk merepresentatifkan toko buku saya,’’ pungkasnya. (dil/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here