Tebing Longsor, Empat Rumah Terancam

147

NGAWI – Empat warga Desa Kendung, Kwadungan, ini malah ketar-ketir meski banjir telah surut. Pasalnya, tebing di belakang rumah mereka yang berada di bibir sungai anak Bengawan Solo longsor. Titik longsor memanjang di belakang rumah warga dan mengakibatkan talut hancur porak poranda.

‘’Pukul 06.00 pagi tadi (kemarin, Red) amblesnya,’’ kata Bowo Sugeng Wiyono, salah seorang warga yang rumahnya berada di atas titik talut yang longsor, kepada Radar Ngawi.

Keempat warga pemilik rumah tak jauh dari jembatan penghubung Kecamatan Geneng-Kwadungan itu khawatir longsor bakal meluas dan berdampak lebih parah. Paling mengkhawatirkan rumah Bowo. Sebagian lantai bagian belakang rumah bertingkat miliknya sudah ambles.

Kencangnya arus sungai saat banjir pada Kamis lalu (7/3) lalu berakibat tebing setinggi kurang lebih 12 meter dan panjang sekitar 30 meter longsor. Tanah yang ambles selebar sebentangan tangan orang dewasa. ‘’Khawatir kalau terjadi longsor lagi,’’ ujar Bowo.

Bowo beserta tiga tetangganya yang terdampak longsor berharap instansi terkait segera mengambil tindakan. Setidaknya, ada langkah darurat supaya longsor tidak semakin parah. ‘’Sementara ini saya tambah pipa saluran air dari dapur supaya tidak menggerus tanah lagi,’’ paparnya.

Kondisi longsor akibat terjangan banjir itu juga membuat sejumlah pengendara waswas saat melintasi jembatan. ‘’Ya takut, kalau melihat keadaan longsor yang seperti itu,’’ kata Agung, salah seorang pengendara.

Sementara, tepi sungai di sisi yang satunya juga tidak luput tergerus banjir. Tanah bibir kali sebelah barat sudah berkurang tersapu arus hingga menyentuh area persawahan warga. ‘’Semoga cepat ada perhatian dari pemerintah,’’ harap Agung. (mg8/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here