Tebing Longsor, DPUPR Struktur Jembatan Kendung Aman

94

NGAWI – Peristiwa longsornya tepian anak Bengawan Madiun di Desa Kendung, Kwadungan, direspons cepat oleh pemkab. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi langsung melakukan pengecekan ke lapangan.

‘’Saya sudah ke sana. Tidak ada masalah untuk jembatannya,’’ kata Kasi Teknik Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi M. Fauzi Amirrahman kemarin (11/3).

Hasil pengecekan, kata dia, panjang longsor mencapai tujuh meter. Sedangkan ketinggiannya empat meter dan lebar dari dinding rumah warga sekitar dua meter. ‘’Longsor yang terjadi tidak memengaruhi struktur jembatan,’’ ujarnya.

Fauzi menyebut longsor terjadi di daerah aliran sungai (DAS). Karena itu, penanganannya kemungkinan berada di tangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. ‘’Akan kami koordinasikan dengan pihak DAS,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, titik longsor sudah menyentuh permukiman warga. Bahkan, lantai belakang salah satu rumah sudah geripis ikut longsor. Pun, Fauzi tidak menampik kondisi bangunan terbilang berbahaya lantaran kelewat dekat dengan arus sungai.

Menilik Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau, terdapat sejumlah ketentuan untuk mendirikan bangunan di tepian sungai.

Dalam pasal lima disebutkan bahwa garis sempadan pada sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan ditentukan paling sedikit berjarak 10 meter. Jarak tersebut terhitung dari tepi kiri-kanan palung sungai sepanjang alur sungai. Pun, ketentuan sempadan menyesuaikan kedalaman sungai. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here