AdvertorialMagetan

Tebar 10 Ribu Bibit Ikan Dewa di Telaga Sarangan

MAGETAN – Tingginya volume penangkapan ikan yang tak sebanding dengan daya pulihnya menjadi perhatian pemerintah. Sabtu lalu (20/7), sebanyak 10 ribu bibit ikan dewa dilepas di Telaga Sarangan. Kegiatan restocking (penebaran bibit) di perairan umum itu dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemkab Magetan dalam program pengembalian alam.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP Sjarif Widjaja menyatakan, habitat asli ikan dewa salah satunya berada di Telaga Sarangan. Selain di Limboto (Gorontalo) dan Kerinci (Jambi). ‘’Karena di sini temperaturnya dingin,’’ katanya.

Selain sebagai penyeimbang ekosistem, keberadaan ikan dewa diharapkan bisa menjadi daya tarik lain objek wisata Telaga Sarangan. Sjarif mengharapkan ikan bernama lain tor soro itu tidak dipancing. ‘’Secara umum memang dilarang untuk dipancing, tapi kalau populasi sudah banyak, bisa dibuat event mancing,’’ ujar Sjarif.

Supaya habitatnya tetap terjaga, lanjut Sjarif, sebanyak 8 ribu bibit ikan dewa lainnya juga ditebar di balai benih ikan milik Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan. Dengan harapan, ikan dapat dibudidayakan. ‘’Jadi, secara periodik akan ada penebaran benih ulang,’’ terang mantan dirjen perikanan tangkap KKP tersebut.

Sebagai bentuk tindak lanjut, dalam waktu dekat pemkab segera menyusun peraturan bupati (perbup) untuk melindungi habitat ikan dewa tersebut. Saat penebaran benih ikan itu, sebelumnya Bupati Magetan Suprawoto juga telah menyosialisasikan larangan penangkapan ikan dewa di Telaga Sarangan. ‘’Kita semua wajib menjaga. Tidak usah khawatir, kami akan menyiapkan event untuk mancing ikan dewa itu nanti,’’ ujar Kang Woto, sapaan bupati.

Selain event memancing, imbuh dia, juga bakal dibuka wahana bagi wisatawan untuk melihat ikan dewa bertelur di permukaan saat masa pemijahan. ‘’Ketika bertelur akan nyengkrek (naik ke permukaan, Red). Ini bisa jadi atraksi dan diagendakan sebagai wisata,’’ tutur mantan sekjen Kementerian Kominfo tersebut.

Kepala Disnakkan Magetan drh Kustini mengatakan, pihaknya masih membutuhkan KKP dalam hal pendampingan budi daya ikan dewa. Karena ikan ini tergolong baru dikelola oleh pemkab. ‘’Dari sisi teknis akan nyambung terus dengan KKP. Jangan sampai yang diberikan untuk menunjang wisata ini terjadi sesuatu yang di luar dugaan,’’ katanya. (bel/c1/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close