Tawarkan Rumah Keprabon Mendiang Pencipta Hymne Guru ke Kemendikbud

231

MADIUN – Tanah dan rumah kepabron almarhum Sartono sedang hangat diperbincangkan. Ini terkait rencana ahli waris yang berusaha menjual aset tersebut. Padahal, rumah tersebut bernilai historis tinggi. Sebab, di salah satu kamar di tahun 1987 menjadi saksi sejarah Sartono menulis lirik Hymne Guru. Lagu yang begitu legendaris  dan menjadi salah satu lagu wajib nasional.

Misi penyelamatan aset langsung dilakukan sejumlah pihak. Salah satunya PGRI Kota. Sebagai solusi, tanah dan rumah di Jalan Halmahera 98, Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo ditawarkan untuk dibeli Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).  ’’Kami sudah kasih kontaknya Pak Sarwono (adik almarhum Sartono, ahli waris) ke sekjen kemendikbud, apakah  sudah dihubungi atau belum saya tidak tahu,’’ kata Hariyadi, ketua PGRI Madiun kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Hariyadi mengaku mendengar informasi dijualnya rumah mendiang Sartono, Rabu (31/1) lalu. Selanjutnya, malamnya ada perwakilan PGRI ke rumah tersebut menemui Iganita Damijati, istri almarhum Sartono. Damijati memang sementara masih tinggal di rumah keprabon itu sampai terjual.

’’Memang Bu Damijati tidak tahu menahu soal jual beli tanah-rumah. Karena yang mengurusi Pak Sarwono. Warisan itu akan dijual untuk dibagikan ke anak cucu,’’ ujarnya.

Pemikiran PGRI Kota Madiun, kata dia, rumah itu tergolong aset penting. Dan, bisa dimanfaatkan menjadi aset nasional setelah dibeli kemendikbud. Seperti dijadikan museum pendidikan. Mendiang Sartono adalah aset dan tokoh nasional di dunia pendidikan. ’’Ini lsalah satu langkah yang dilakukan PGRI, memediasi,’’ ujarnya.

Hariyadi juga sudah menghubungi Sarwono, yang tinggal di Tangerang Selatan. Kepada dirinya, Sarwono membanderol tanah dan rumah itu Rp 3.000 per meter persegi. ’’Tapi itu masih bisa ditawar, saya sampaikan ke beliau (Sarwono) kalau bisa jangan  terlalu mahal,’’ bebernya.

Dia menambahkan, jika kemendikbud urung membeli maka PGRI akan menggalang dana. Itu sebagai wujud solidaritas membantu Damijati. Perempuan itu juga pensiunan guru SDN 03 Klegen, Kota Madiun.

Terpisah, Sulung ketua komunitas Historia Van Medhioen (HVM) mengatakan informasi penjualan aset itu sudah diketahui sebulan lalu. Sejak  itulah member HVM bergerak menggelar koordinasi penyelematan rumah mendiang Sartono. Langsung ditujukan ke kemendikbud. ’’Ada instruksi dari Pak Menteri (Muhadjir Efendy, Red) untuk investigasi status kepemilikan rumah. Rencananya mau diakuisisi kemendikbud. Juga ada dukungan dari Djoko Suyanto (mantan menk polhukam). Mendorong untuk dijadikan museum,’’ pungkasnya. (mg2/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here