PendidikanPonorogo

Tatap Muka Hanya Wacana, 9 SMP Belum Izin Satgas Kabupaten

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Rencana uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) SMP tidak serius. Buktinya, hingga Selasa (5/10) masih sebatas wacana. Alias belum ada langkah konkret. ‘’SMP yang diusulkan belum mengajukan izin kepada kami,’’ kata Ketua Harian Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo Agus Pramono.

Ada delapan SMP negeri dan satu SMP swasta yang ditunjuk Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo menggelar uji coba. Sedianya, mulai awal pekan ini. Namun tertunda karena belum mengantongi izin dari satgas kabupaten. Sedangkan tujuh sekolah sudah direkomendasi satgas kecamatan. Sementara SMPN 1 Badegan dan SMPN 1 Jetis tidak direkomendasi satgas kecamatan setempat.

Agus menyampaikan, telaah staf dari dindik telah diajukan kepada pihaknya. Pun sudah didisposisi. Namun, telaah staf dan rekomendasi satgas kecamatan saja tidak cukup. Sekolah yang ditunjuk juga harus mengajukan izin ke satgas kabupaten. ‘’Kami prinsipnya oke, dengan catatan sementara sembilan sekolah dulu,’’ ujarnya.

Agus juga telah memberi tahu dindik terkait hal ini. Berbagai persyaratan harus dipenuhi sekolah sebelum satgas kabupaten menerbitkan rekomendasi. Agus juga telah minta dindik agar kelak melakukan evaluasi dan melaporkan perkembangan uji coba ke satgas. ‘’Rekomendasi belum kami terbitkan karena memang belum ada sekolah yang mengajukan. Prinsip, meski zona oranye, kita akan tetap lakukan dengan berbagai catatan,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Pendidikan Penting, Kesehatan Lebih Penting

SEJATINYA, rencana uji coba PTM SMP mendapat dukungan para guru. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menilai dapat melancarkan kembali kegiatan belajar-mengajar (KBM) yang terkendala lantaran pembelajaran jarak jauh (PJJ). ‘’Kalau harus menunggu zona hijau dulu akan sulit. Pendidikan harus tetap berjalan,’’ kata Ketua PGRI Ponorogo Prayitno Selasa (5/10).

Namun, Prayitno tak menampik diliputi kekhawatiran. Sebab, kasus Covid-19 di Bumi Reyog sulit dibendung. Meski begitu, uji coba PTM perlu dilakukan. Alasannya, PJJ selama ini banyak kendala. ‘’PJJ tingkat SMA mungkin dapat berjalan dengan baik. Tapi untuk SMP dan SD sulit. Banyak kendala,’’ bebernya.

Bahkan, Prayitno menyebut ada sejumlah guru jadi korban sistem PJJ itu. ‘’Di Slahung, ada guru kecelakaan saat harus home visit ke siswanya. Karena medannya sangat sulit,’’ ungkapnya.

PGRI berharap uji coba bisa dilakukan meski Ponorogo masih zona oranye. Acuannya surat edaran (SE) gubernur yang menyatakan uji coba boleh dilakukan dengan ketentuan 25 persen siswa yang boleh masuk. Pun, keselamatan siswa harus diutamakan. ‘’PGRI berharap uji coba dapat dilaksanakan dengan syarat protokol kesehatan nomor satu, keselamatan anak harus menjadi prioritas pertama,’’ sebutnya.

Prayitno sudah minta dindik menyiapkan regulasi ketat terhadap rencana uji coba ini. Jam pelajaran harus dipersingkat. Juga perlu menyiagakan tenaga medis guna memantau sekolah yang menggelar uji coba. ‘’Pendidikan penting, tapi keselamatan dan kesehatan siswa itu lebih penting,’’ tegasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close