Opini

Tatanan Kehidupan Baru

ISTILAH new normal sering kita dengar belakangan ini. Ya, pemerintah pusat memang berencana menjalankan kebijakan tatanan kehidupan baru itu dalam waktu dekat ini. Di saat pandemi ini. Ini merupakan lanjutan dari kebijakan stay at home alias tinggal di rumah. Mudahnya, masyarakat sekarang boleh kembali beraktivitas seperti sedia kala. Tapi, dengan cara baru. Yakni, mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

Masyarakat Kota Madiun tidak perlu panik dan bingung. Karena sejatinya kita sudah menjalankan itu selama ini. Kecuali untuk bidang pendidikan. Karena memang tengah belajar dari rumah secara nasional. Terkait bidang lain, kita sudah menjalankan tatanan kehidupan baru itu. Kota kita tidak pernah menjalankan pembatasan sosial berskala bersar alias PSBB. Artinya, perekonomian masih tetap berjalan biarpun dengan pembatasan-pembatasan. Masyarakat boleh keluar rumah dengan protokol kesehatan.

Bukankah itu yang dimaksud tatanan kehidupan baru ini. Ekonomi tetap berjalan agar pemerintah tidak lumpuh. Tetapi kesehatan tidak boleh ditinggalkan. Makanya, kegiatan ekonomi berjalan dengan protokol kesehatan. Itu sudah kita lakukan. Nyaris setiap hari petugas berkeliling memberikan sosialisasi. Usaha kuliner boleh buka tetapi dengan tidak menyediakan layanan dine in atau makan di tempat. Makanan dan minuman haru dibungkus dan dibawa pulang. Harapannya, tidak berkerumun dan lebih banyak di rumah.

Kebijakan itu saya cabut mendekati Lebaran kemarin. Usaha kuliner boleh buka dengan layanan makan di tempat. Tapi dengan syarat. Tidak boleh berdekatan. Artinya, harus berjarak. Minimal satu meter. Pembeli dan penjualnya pakai masker, antrean di kasir berjarak, menyediakan tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu, dan lain sebagainya. Pengusaha menyetujui syarat-syarat itu. Penting boleh buka lagi dengan layanan makan di tempat.

Larangan makan di tempat memang cukup berdampak bagi mereka para pengusaha kuliner. Jelas pendapatan mereka turun drastis. Sepi. Sebagian karyawan terpaksa diliburkan sementara. Saat kebijakan ini dicabut, pendapatan mulai meningkat perlahan. Karyawan mulai kembali bekerja. Perputaran uang berangsur membaik kendati perlahan.

Ini yang diharapkan pemerintah pusat dengan kebijakan new normal. Kita sudah mulai berjalan. Ekonomi berjalan tetapi minim penularan. Tiga dari Empat kasus positif di Kota Madiun tercatat karena memiliki riwayat perjalanan dari luar kota. Yakni, di Magetan, Bogor, dan Batu. Penularan dimungkinkan saat berada di luar kota tersebut atau dalam perjalanannya. Sedang, satu kasus lain yang dari pabrik Sampooerna itu informasinya ada penularan dari Surabaya.

Dua kasus juga sudah sembuh dan diperbolehkan pulang. Dua lainnya masih dalam perawatan setidaknya sampai Minggu (31/5). Biarpun begitu, satu di antaranya juga segera menyusul sembuh. Hasil swab test pertama sudah menunjukkan negatif. Namun, masih harus dirawat karena masih menunggu hasil swab test kedua.

Artinya, Kota Madiun sejatinya aman selama ini. Itu karena masyarakatnya tertib dan disiplin. Biarpun ekonomi berjalan, masyarakat menjalankan dengan penuh kepatuhan. Hanya, memang perlu diingatkan sesekali. Karenanya, tim saya minta turun ke lapangan. Memberikan imbauan dan sosialisasi. Bahkan, untuk sosialisasi pakai pengeras sudah berkeliling setiap hari. Ada sejumlah masyarakat yang masih membandel. Kebanyakan yang remaja. Informasi yang saya dapat, mereka juga dari luar kota. Saya minta untuk langsung dibubarkan. Kalau perlu beri tindakan tegas.

New normal untuk dunia pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah saat ini. Rencananya bersamaan dengan masuk tahun ajaran baru sekitar Juli nanti. Kalau sebelumnya belajar dari rumah, KBM akan kembali di sekolah ke depan. Rapat koordinasi dengan kepala sekolah, sebagian guru, dan pengawas kita lakukan beberapa waktu lalu. Saya ingin new normal di pendidikan tidak asal-asalan. Semua harus dipersiapkan dan diperhitungkan dengan matang.

Semua guru dan petugas sekolah harus dilakukan rapid test sebelum itu diberlakukan. Yang reaktif harus karantina dulu. Yang dari luar kota baiknya tinggal sementara di Kota Madiun. Kita siapkan asrama. Biar tidak pulang-pergi keluar kota. Setiap masuk juga dilakukan pemeriksaan suhu. Anak-anak pakai masker. Tenaga pendidik juga. Jam pelajaran mungkin juga akan dikurangi. Kantin tidak boleh buka dulu. Biar tidak berkerumun. Anak-anak baiknya juga diantar. Biar langsung pulang. Tidak mampir-mampir. Akan ada razia rutin. Sekolah juga dilakukan penyemprotan setiap hari usai KBM.

Dunia memang tengah pandemi Covid-19 saat ini. Beragam kebijakan sebagai langkah penanggulangan dan penanganan dijalankan. Prinsipnya, kita harus siap. Dimulai dari diri sendiri. Yang sudah patuh dan disiplin harus ditingkatkan. Yang belum mari kita ingatkan. Kedisiplinan ini penting dalam melawan pandemi biarpun kebijakan berganti. Termasuk dalam menjalankan kebijakan tatanan kehidupan baru nanti.

Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close