Tarif Bus AKAP Operator Naik Berlipat

38
SUDAH PENUH: Sejumlah konter bus AKAP di Terminal Kertonegoro kemarin masih tampak sepi.

NGAWI – Warga Ngawi yang hendak kembali ke perantauan pasca mudik Lebaran harus siap merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, sejumlah agen perusahaan otobus (PO) ancang-ancang menaikkan tarif tiket. Tidak tanggung-tanggung, lonjakannya ada yang mencapai 100 persen alias dua kali lipat dari harga normal. ‘’Semua (agen) menaikkan harga kalau pas arus balik,’’ kata Hendri, karyawan salah satu agen bus di Terminal Kertonegoro kemarin.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan tarif. Salah satunya tingginya permintaan konsumen. Di sisi lain, ketersediaan armada terbatas. ‘’Setiap tahun juga seperti itu, kenaikannya memang drastis,’’ ungkapnya.

Dia menyebut, kenaikan tarif yang signifikan itu selama ini tidak pernah dikeluhkan penumpang. Mereka menganggap itu merupakan hal wajar. ‘’Walaupun dinaikkan sampau tiga kali lipat, semua (armada bus) sudah penuh,’’ ujarnya.

Di PO-nya, tarif tiket Ngawi-Jakarta yang di hari normal dipatok sekitar Rp 200 ribu, pasca Lebaran biasanya mengalami kenaikan secara bertahap. Paling mahal Rp 560 ribu. ‘’Tapi sekarang penumpang diuntungkan. Semua bus eksekutif menggunakan jalur tol. Waktunya bisa lebih cepat. Kalau dulu sampai 15 jam, sekarang delapan jam sudah sampai Jakarta,’’ ungkapnya.

Kepala UPT Terminal Kertonegoro Ali Imron Haryadi membenarkan kenaikan tarif pada bus AKAP operator. Bahkan, dia menyebut ada yang menaikkan tariff hingga 250 persen. ‘’Hukum ekonomi berlaku. Semakin tinggi permintaan harganya semakin mahal,’’ ungkapnya.

Bagaimana dengan bus patas? Imron menyebut juga mengalami kenaikan tarif sekitar 30 persen dari hari biasa. Sedangkan bus AKAP reguler seperti Mira dan Sugeng Rahayu tidak ada kenaikan tarif. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here