Target Zero Kawasan Kumuh, Disperkim Ngawi Bedah 4.744 Rumah

13
TURUN TANGAN: Bupati Ngawi Budi Sulistyono saat mengikuti kegiatan renovasi di salah satu rumah warga miskin.

NGAWI – Keberadaan rumah tidak layak huni (RTLH) di Ngawi terus dipangkas. Sejak delapan tahun silam, dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim) setempat merenovasi hampir separo dari total 10.617 unit rumah. ‘’Sebanyak 4.744 unit sudah tertangani dan sisanya masih terus diupayakan,’’ kata Kepala Disperkim Ngawi Purwono Broto Saswito.

Bedah rumah ribuan unit itu terbagi dalam dua modal pendanaan. Lewat kucuran APBN, disperkim merenovasi 2.725 unit rumah. Sedangkan 2.019 unit rumah menggunakan APBD. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu menarget ada 792 unit RTLH dibedah tahun ini. ‘’Perinciannya, bantuan pusat 400 unit dan pemkab 392 unit,’’ sebutnya kepada Radar Ngawi.

Purwono menambahkan, lembaganya juga concern terhadap perbaikan sanitasi dan air bersih 289.397 kepala keluarga (KK). Per Januari 2019, sekitar 89,06 persen di antaranya sudah mendapatkan fasilitas sanitasi yang memadai. Sedangkan air bersih sudah ter-cover 208.478 KK atau sekitar 72,04 persen. ‘’Gol program kami bertepatan Hari Jadi ke-661 Ngawi, yaitu menuntaskan 100 persen akses air bersih, nol persen kawasan kumuh, dan 100 persen limbah layak buang,’’ urainya.

Di luar peningkatan cakupan rumah layak huni bagi warga miskin, ketersediaan, dan keterjangkauannya, disperkim juga memperhatikan aspek lingkungan sehat dan aman. Didukung prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU). ‘’Hal tersebut menjadi indikator kerja kami,’’ ucapnya. (tif/c1/cor/adv) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here