Magetan

Target Pendapatan Pariwisata Magetan Naik Signifikan

GENJOT TELAGA, PETIK REFUGIA

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Target pendapatan sektor pariwisata naik Rp 18,5 miliar. Setoran yang harus dipenuhi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan menjadi Rp 2,8 miliar tahun depan.

Kabid Pengembangan Pariwisata Disparbud Magetan Hadi Sumarno mengaku telah mengambil ancang-ancang menyikapi peningkatan target pendapatan signifikan. Tahun ini, diawali dengan memperbanyak event. ‘’Mulai skala lokal, regional, sampai kalau bisa nasional,’’ terang Kabid Pengembangan Pariwisata Disparbud Magetan Hadi Sumarno.

Diakui Hadi, kenaikan itu sangat besar. Namun, dia optimistis bisa menjawab tantangan tersebut. Sebab, dia sudah mengantongi memorandum of understanding (MoU) dengan KPH Lawu Ds. Perhutani bersedia mengelola kawasan hutan di sekitar telaga Sarangan untuk menjadi tempat wisata. Pengembangan itu pastinya akan mendatangkan lebih banyak wisatawan. ‘’Kami akan menambah sarpras sebagai daya tariknya,’’ terangnya.

Di kawasan hutan itu juga bakal dikembangkan wahana yang instagramable. Sehingga, pengunjung memiliki banyak spot untuk selfie dan wefie. Tren wisata seperti itulah yang berusaha ditangkap. Di sisi barat telaga juga akan dibangun taman. Warna-warni bunga yang kini ngehits itu menjadi daya tarik tersendiri. ‘’Sarangan sudah tidak monoton tahun depan. Ibaratnya, kalau cewek sudah memakai lipstick dan bedak. Jadi, lebih cantik,’’ ungkapnya.

Peningkatan hingga Rp 2,8 miliar itu bukan hanya dari Telaga Sarangan dan Wahyu. Ada penambahan objek wisata lain yang akan dioperasikan tahun depan. Yakni kebun bunga refugia di Kecamatan Plaosan. Dari kebun bunga yang berseberangan dengan pasar agrobis Plaosan itu, pemkab menarget Rp 1 miliar. Sehingga, kenaikan yang ditarget dari dua telaga hanya Rp 1,8 miliar. ‘’Kebun bunga sekarang ini sedang sangat diminati masyarakat. Kami yakin akan ramai dikunjungi,’’ terangnya.

Kebun refugia itu memang bentukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Magetan. Pengelolanya juga DTPHPKP. Namun, karena kebun itu masuk dalam destinasi wisata, PAD-nya masuk sektor pariwisata. Toh, tetap masuk kantong daerah. ‘’Sama saja, kan miliknya pemkab,’’ tegasnya.

Kendati demikian, beban pendapatan tahun ini masih minus Rp 2 miliar. Rendahnya capaian tahun ini menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan di tahun depan. ‘’Agar kami bisa mencapai target 100 persen,’’ janjinya. (bel/fin)

Matangkan Regulasi Baru Relokasi

SEANDAINYA kios cinderamata dan pusat kuliner bisa dimanfaatkan, pinggiran Telaga Wahyu bisa disterilkan. Warung-warung semipermanen di sana, bisa direlokasi ke kios yang senilai Rp 1,1 miliar tersebut. ‘’Dulu masih ada kendala. Jadi belum bisa dilangsung digunakan,’’ ungkap Kepala Disparbud Magetan Venly Tomi Nicholas.

Venly menyebut, kendala dengan pelaksana telah selesai. Kini, tinggal menanti regulasi pasti terkait pengaturan penempatan pedagang di tempat baru tersebut. Saat ini, Disparbud masih membahas ihwal penarikan retribusi dan regulasi lainnya dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Bidang Hukum. ‘’Kalau belum ada regulasinya, kita belum berani menawari mereka untuk pindah,’’ ungkapnya.

Venly pun tak bisa menarget kapan deretan kios semipermanen itu disterilkan. Dia hanya menjanjikan pembahasan regulasi secepatnya dimatangkan. Sehingga bisa meminimalisasi pembuangan sampah sembarangan ke bibir telaga. ‘’Nanti kalau sudah tertata, sampah pun akan terkelola dengan baik. Kami sudah memiliki tim yang menangani sampahnya,’’ katanya.

Diketahui, pembangunan kios yang pemanfaatannya sudah dinanti pedagang itu berbarengan pembangunan akses jalan bagi difabel. Seluruhnya dikerjakan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018. (fat/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close