Target PAD dari Sewa Alat Berat DPUPR Masih Minus

87

MAGETAN – Kalender 2018 tinggal menyisakan waktu dua pekan. Namun, target pendapatan asli daerah (PAD) dari sewa alat berat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan belum terpenuhi. Dari target yang dibebankan sebesar Rp 35 juta, masih minus Rp 13 juta.

Alhasil, dua pekan tersisa ini, bidang Penerangan Jalan Umum (PJU), Peralatan, dan Laboratorium DPUPR Kabupaten Magetan harus menggenjot perolehan PAD. ‘’Masih ada waktu untuk menuntaskannya,’’ kata Kabid PJU, Peralatan, dan Laboratorium DPUPR Magetan Elmy Kurniarto Widodo kemarin (13/12).

Elmy menyebut, banyak kendala yang dihadapi dalam memenuhi target PAD tersebut. Salah satunya minimnya pekerjaan pengaspalan jalan yang digarap bidang bina marga. ‘’Tapi, PAK (perubahan anggaran keuangan, Red) 2018 ini banyak proyek pengaspalan. Kami masih yakin PAD akan terpenuhi,’’ ujarnya.

Berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, pembayaran PAD dari penyewaan alat berat dilakukan mepet menjelang deadline yang ditetapkan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Magetan. Bahkan, akhirnya terbayarkan pada tahun berikutnya dan masuk dalam capaian realisasi PAD tahun tersebut, meski tidak tercapai 100 persen. ‘’Karena lebih dari waktu yang ditetapkan, bank tidak bisa menerima,’’ ungkapnya.

Faktor lainnya, lanjut dia, murahnya tarif sewa. Sebab, masih menggunakan perda lama, yakni Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha. Agar target yang ditetapkan tahun depan cepat terealisasi, Elmy bakal mengusulkan kenaikan tarif sewa alat berat hingga dua kali lipat. ‘’Sudah tidak relevan, tarifnya harus diperbarui,’’ katanya.

Sisa waktu dua pekan ini bakal dimaksimalkan Elmy untuk memenuhi target PAD 2018. Ada enam unit kendaraan perata aspal yang dimiliki bidang PJU, Peralatan, dan Laboratorium DPUPR Magetan. Namun, tidak semuanya dioperasikan. Selalu ada satu unit yang dijadikan cadangan. ‘’Kendaraan yang kecil jauh lebih laris,’’ ungkapnya.

Kendaraan perata aspal kecil, kata dia, biasanya hanya digunakan saat pengerjaan penyemiran jalan sehingga ramai disewa pada masa PAK seperti sekarang. Sedangkan jenis besar digunakan untuk pekerjaan berat seperti pembuatan fondasi dan pemasangan batu makadam. Biasanya kendaraan itu dioperasionalkan pada pengerjaan APBD induk. ‘’Kami tetap optimistis, target tahun ini akan terpenuhi,’’ pungkasnya. (bel/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here