Tarawih, Rumah Disatroni Maling

224

PACITAN – Warga Desa Wonogondo, Kebonagung, Pacitan, sedang getem-getem dengan aksi maling pada Ramadan ini. Setelah sebelumnya sejumlah kotak amal masjid diduga dibobol, Kamis (16/5) sekitar pukul 19.00, rumah Tukidi di Dusun Jaten nyaris diobok-obok. Namun, aksi panjang tangan tersebut dipergoki Anik Puji Astuti, istrinya.

Saat kejadian Tukidi sedang Salat Tarawih bersama kedua anaknya di masjid. Anik yang seharian lelah bekerja memilih absen. Dia tidur di kamarnya. Nyaris seluruh lampu penerangan rumah dipadamkan. Saat tiduran itulah Anik mendegar suara berisik dari depan rumah. ‘’Seperti ada yang hendak mencoba membuka pintu. Ogrek-ogrek lawang,’’ katanya Jumat (17/5).

Anik memilih tidak beranjak dari kamarnya. Dia sekadar mendengarkan sambil pura-pura tidur. Tidak lama berselang, dia melihat seorang pria berada di ruang tengah rumahnya. Pria berperawakan tinggi kecil ber celana pendek dengan llilitan sarung di tubuhnya itu terlihat dari kamar Anik yang tak berpintu. Sementara si maling tidak tahu keberadaan Anik. ‘’Karena lampu kamar juga saya matikan,’’ tambahnya.

Anik pun spontan meneriaki maling pada tamu yang tak diundang itu. Maling itu pun langsung mengambil langkah seribu. Kabur melalui jendala belakang rumah, yang juga dijadikan jalan masuk. Warga sekitar yang sedang tidak tarawih berdatangan dengan membawa sejumlah benda untuk menghakimi maling tersebut. ‘’Ada yang bawa kayu, pentungan, bahkan golok,’’ bebernya.

Mereka pun berusaha memburuny6a. Namun, warga kehilangan jejak. Maling itu masuk ke hutan di belakang rumahnya. Sementara Tukidi baru tahu rumahnya disatroni maling usai Salat Tarawih dari ketua RT setempat. Sebenarnya, saat istrinya berteriak, Tukidi mendengarnya. ‘’Saya kira bukan suara istri saya,’’ ungkapnya.

Tidak ada barang yang hilang. Pasalnya si maling keburu terpergok. Hanya jendala belakang rumahnya jebol. Meski begitu, Tukidi dan warga lainnya mulai khawatir. Terutama jika maling tersebut kembali menyatroni rumahnya. Terlebih jika mengajak kawanan lainnya. ‘’Sementara ini barang berharga dan uang lebih sering saya bawa,’’ tambahnya.

Sayangnya Tukidi tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Dia sekadar melapor ke ketua RT dan kasun. Apakah diteruskan ke pihak berwajb dia tidak tahu. Tukidi tidak menaruh kecurigaan siapa tamu yang menyatorni rumahnya. ‘’Yang datang ke rumah juga banyak karena saya pedagang. Jual ternak seperti ayam, kambing hingga sapi,’’ bebernya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here