Jamus 10 Km: Menyiksa di 300 Meter Akhir

72
TANTANGAN BARU: Salah seorang cyclist berupaya keras menaklukkan rute KOM Jamus 100 Km. Para cyclist dan road captain foto bareng di depan Gardupolo Jamus usai mencapai garis finis dalam tes rute lalu.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Rute Jamus 100 Km sebenarnya tidak berat. Banyak flat. Total tanjakannya hanya 300 meter. Itu pun menjelang garis finis di bukit Borobudur. Meski begitu, tanjakan tersebut bakal sedikit menyiksa bagi cyclist nonprofesional.

Hal itu diakui oleh Agus Wiyanto, cyclist dari komunitas Ikatan Penggemar Sepeda Madiun (IPSM). Dia mengaku suguhan tanjakan pada rute tambahan itu elevasinya tidak terlalu ekstrem. Namun, stamina dan cuaca terik bakal menjadi kendala. ‘’Biasanya adu sprint, tapi kali ini mungkin kekuatan lebih menentukan,’’ ujarnya.

Total para cyclist akan melahap rute sepanjang 99,10 kilometer. Mulai start di Alun-Alun Merdeka Ngawi sampai perkebunan teh Jamus di Desa Girikerto, Kecamatan Sine. ‘’Apalagi kalau cuacanya panas dan angin kencang seperti ini, itu akan jadi kendala nanti,’’ ungkapnya.

Agus menyebut bahwa kondisi itu tentu biasa dihadapi oleh para cyclist profesional. Berbeda halnya dengan cyclist beginner. Tentu endurance mereka bisa saja keteteran karena stamina sudah terkuras di awal-awal sprint. ‘’Tapi, saya kira juga tidak masalah. Justru itu yang bikin penasaran para cyclist baru nantinya,’’ tuturnya.

Berdasarkan data hasil tes rute lalu, jalur flat lebih mendominasi dengan jarak tempuh 90,1 km. Sedangkan, sisanya sekitar 9,8 km merupakan jalur menanjak. Untuk menuntaskan rute tersebut, rata-rata catatan waktu yang dibutuhkan sekitar 4 jam 51 menit 49 detik. Dengan kecepatan sekitar 20,3 km/jam.

Suwadi, cyclist lain dari IPSM, mengaku rute Jamus 100 Km cukup elok dan menantang. Dibutuhkan konsentrasi tinggi melahap semua rute yang ada. Karena kondisi jalan yang dilalui tidak seluruhnya mulus. Bahkan, 300 meter sebelum garis akhir merupakan tanjakan maut. ‘’Padahal sudah lelah, tapi harus menanjak. Itu yang jadi tantangannya,’’ ungkap Suwadi. (tif/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here