Tanggul Ketinggian, Bagi Diteror Genangan

99

MADIUN – Bertahun-tahun, warga Bagi, Kecamatan/Kabupaten Madiun, diteror genangan. Hujan beberapa jam, sawah dan permukiman tergenang. Sekali-dua tergenang mungkin hanya meninggalkan basah dan comberan. Namun, seringnya tergenang bisa membuat rusak bangunan. ‘’Kalau terus-terusan, tembok rumah bisa rusak,’’ kata Siran, warga setempat.

Selain permukiman, genangan juga merusak aspal. Jalanan mulai berlubang karena tergerus air dan roda kendaraan ketika melintas saat masih menggenang. Ada beberapa titik dengan kerusakan parah. Kedalamannya mencapai 20 sentimeter. ‘’Kerusakan jalan bisa semakin parah,’’ ujarnya.

Siran berandai genangan tak pernah terjadi. Kalau saja saluran-saluran pembuangan air yang bermasalah cepat dinormalisasi. Sayangnya, saluran di timur jalan itu dibiarkan tersendat. Tak bisa mengalir lancar ke arah timur, terlebih saat hujan deras. Padahal, saluran yang sanggup menampung luberan air itu berada di dua sisi tepi jalan. Parit yang memotong jalan raya Madiun Kartoharjo itu butuh direhab. ‘’Masalah utamanya di situ,’’ ungkapnya.

Plt Kepala Bidang Pengairan DPUPR Kabupaten Madiun Gunawi menegaskan, genangan disebabkan posisi tanggul yang terlalu tinggi. Membuat luapan air di utara jalan tak bisa langsung masuk saluran. ‘’Itu kenapa rumah dan sawah di utara jalan selalu tergenang ketika hujan. Genangannya tidak lama, tapi memang dipermasalahkan,’’ katanya.

Untuk memperbaikinya, pemkab perlu koordinasi dengan pihak tol. Pasalnya, saluran tersebut dibangun oleh rekanan jalan bebas hambatan. Pun, perbaikannya tak bisa disegerakan. Butuh kajian mendalam agar saluran bisa berfungsi dengan baik. ‘’Agar ke depan benar-benar terbebas dari banjir,’’ harapnya. (mg4/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here