Tanggul Jebol Diperbaiki Sementara, Pemkab Pacitan Anggarkan Rp 200 Juta di PAK

29
CEK LOKASI: Kepala DPUPR Pacitan Edi Junan Ahmadi dan stafnya memantau tanggul Sungai Grindulu yang jebol di Desa Kembang, Pacitan, Selasa (17/9).

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Warga Desa Kembang, Pacitan, khususnya di sepanjang aliran Sungai Grindulu, bisa bernapas lega. Waswas banjir akibat luapan air setelah tanggul sungai itu jebol awal tahun lalu akan segera berlalu. Pemkab setempat mengucurkan anggaran di PAK Rp 200 juta untuk perbaikan sementara. ‘’Sepanjang tanggul yang putus itu,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan Edi Junan Ahmadi di lokasi Selasa (17/9).

Junan mengungkapkan, pekerjaan akan dimulai awal bulan mendatang. Diperkirakan rampung tidak lebih sebulan. Sehingga, kekhawatiran meluapnya Sungai Grindulu saat musim hujan teratasi. Meski begitu, perbaikan belum seratus persen. Masih perlu penguatan tanggul permanen. ‘’Tahun depan kami kerjakan lagi dengan anggaran lebih besar, Rp 1,4 miliar,’’ sebutnya.

Sebab, perbaikan permanen tidak bisa dilakukan dalam sisa waktu yang ada. Namun, anggaran pengerjaan tanggul 2020 nanti masih menunggu koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Sebab, sebenarnya adalah kewenangan mereka. ‘’Tapi, dari Bengawan Solo (BBWSBS, Red) menyampaikan masih dalam taraf usulan ke pusat. Sampai kapan juga belum jelas,’’ bebernya.

Padahal, masyarakat Pacitan menunggu perbaikan tanggul lantaran khawatir jadi banjir saat musim penghujan. Kekhawatiran itu pula yang membuat Bupati Pacitan Indartato mengambil sikap. Meminta plotting anggaran untuk perbaikan tanggul Desa Kembang. Jika 2020 anggaran dari BBWSBS cair, anggaran Rp 1,4 miliar yang disiapkan dimanfaatkan untuk penguatan tebing lainnya. ‘’Supaya tidak overlap, maka bisa dialihkan,’’ ujarnya.

Rencananya, pekan depan dia bertandang ke BBWSBS. Menanyakan kejelasan perbaikan tanggul tersebut. Perbaikan tanggul tahun ini pun sudah melalui koordinasi dengan BBWSBS. Meski hanya secara lisan. Sedangkan secara tertulis belum. ‘’Sekalian minggu depan waktu kami ke sana,’’ katanya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here