Tanggap Darurat Bencana hingga Maret

126

MAGETAN – Status tanggap darurat bencana di Magetan diperpanjang. Bertambah sebulan dari sebelumnya sampai Februari sesuai surat edaran (SE) Bupati Suprawoto. Meningkatnya tempo alarm bahaya itu dilatarbelakangi cuaca ekstrem beberapa pekan terakhir. ‘’Berdasarkan catatan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Red), Magetan masuk ring 1 rawan bencana,’’ kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Ari Budi Santoso kemarin (3/1).

Ari menyebut intensitas hujan deras disertai angin kencang masih cukup tinggi. Petugas gabungan di posko tanggap darurat siaga memantau wilayah lereng Gunung Lawu. Terutama Kecamatan Plaosan dan Poncol yang menjadi langganan longsor setiap tahun. Tidak hanya permukiman, pemantauan juga menyasar tempat wisata. Dua lokasi yang menjadi atensi yaitu Telaga Sarangan dan pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu. ‘’Beberapa waktu lalu terjadi longsor dan angin kencang di wilayah sana,’’ ujarnya.

Angin kencang yang diikuti hujan intensitas ringan hingga lebat masih sering terjadi di jalur pendakian dalam beberapa pekan ini. Kondisi itu dikhawatirkan mengganggu perjalanan para pendaki ke puncak. Petugas BPBD, TNI, dan Polri pun disiagakan selama 24 jam. Mengantisipasi dan merespons segala kemungkinan terburuk. ‘’Para pendaki pemula harus waspada,’’ pesannya. (mgc/c1/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here