Tanaman Padi Ambruk, Terancam Gagal Panen

171

MAGETAN – Angin kencang disertai hujan menerjang wilayah Magetan sisi utara. Akibatnya, tanaman padi ada yang sampai roboh. Padahal, usianya baru 60 hari. ’’Ya risikonya nanti panen tidak maksimal,’’ kata Kusman, salah seorang petani Desa Kuwon, Kecamatan Karas, Magetan.

Dia menyebut, tanaman padi yang roboh di sawahnya sekitar 30 persen. Menurutnya, dalam perhitungan normal, sebulan lagi memasuki masa panen. Kerusakan tanaman padi itu juga dialami petani lain di desanya. ’’Agar tidak rugi ya diikat lagi,’’ jelasnya.

Sebab, apabila terendam air lebih dari dua hari, mengakibatkan busuk. Menurutnya, padi yang terendam air nantinya berpengaruh terhadap harga jual. Mengingat kondisi kadar air yang sudah terserap oleh bulir padi bisa merusaknya hingga membusuk. Kusman menyampaikan, jika kondisi seperti ini memang kerap terjadi. ’’Saya hanya bisa pasrah, dan tidak kapok untuk menanam padi saat musim hujan,‘’ ujarnya.

Memang wilayah Kabupaten Magetan bagian utara dan timur kerap terdampak angin puting beliung. Setidaknya dalam kurun waktu dua bulan ini, angin yang disertai hujan deras itu semakin mengancam. Terakhir Jumat kemarin (1/2), sejumlah fasilitas publik rusak. Mulai dari pohon yang berada di bahu jalan lintaskabupaten, kabel PLN, hingga rumah warga. Wilayah Kecamatan Takeran juga sempat terjadi pemadaman yang cukup lama akibat beberapa kabel milik PLN terputus tertimpa pohon. (mgc/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here