Tanam Sekarang, Sepuluh Tahun Baru Rindang

33

MADIUN – Jika yang dilihat hanya angka, urusan pemenuhan ruang terbuka hijau (RTH) berjalan baik-baik saja. Sebab, sudah melampaui target yang dicanangkan tahun depan. Persentasenya kini bahkan mencapai 19,41 persen. Namun, fakta tidak seindah kenyataan. Yang dicap hijau justru kering kerontang. Pemandangan itu tampak di bakal hutan kota di Jalan Basuki Rahmat. ‘’RTH tidak bisa langsung dinikmati optimal. Butuh waktu,’’ kata Kepala Disperkim Soeko Dwi Handiarto.

Persentase capaian luas RTH 19,41 persen telah sesuai target. Dari 33,92 kilometer persegi luasan Kota Madiun, luas RTH –baik publik maupun privat- mencapai 6,45 kilometer persegi. Soeko menyebut, jangka panjangnya di tahun 2030, target pemenuhan RTH di Kota Madiun harus mencapai 33 persen. Soeko pun buru-buru menekankan bahwa pekerjaan yang ditanganinya tidak bisa dilihat hasilnya secara instan. Dia memberi contoh pembenahan RTH Basuki Rahmat yang didesain kelak menjadi hutan kota itu. Baru ada pagar di RTH tersebut. Tahun ini, pembenahan dilanjutkan dengan membangun pagar mengitari lapangan yang acap dipakai warga belajar mengemudi mobil tersebut. Mulai tahun ini pula, bibit-bibit tanaman dibeli dan ditanam. ‘’Pohonnya tentu tidak langsung tumbuh besar,’’ ujarnya.

Rencananya, bibit tanaman yang akan ditanam setinggi sepuluh sentimeter. Disperkim menghindari pohon-pohon yang sudah besar, apalagi sampai berdiameter satu meter. Itu dinilai tidak efisien dan boros biaya perawatan. Di samping mahal. ‘’Meskipun pohon-pohon besar itu tersedia, dengan model penjualan garansi tiga sampai lima kali lipat. Tapi, itu tidak efisien. Dari sisi potensi keberlangsungan hidup, cukup rawan,’’ terangnya.

Soeko menyadari konsekuensi atas kebijakannya. Dengan menanam bibit yang tingginya tak sampai satu meter, kemungkinan RTH baru terasa rindang sepuluh tahun mendatang. Begitu pula RTH lainnya. ‘’Pembenahan tidak hanya pada pemenuhan tanaman. Tapi, juga fasilitas-fasilitas lain,’’ jelas Soeko.

Sejumlah RTH, selain bakal hutan kota Basuki Rahmat, juga dibenahi mulai tahun ini hingga 2019. Mulai dari RTH Oro-Oro Ombo, Kelun, maupun RTH Jalan Banda. Sejumlah taman yang dulunya pasif dihidupkan kembali. Artinya, tidak sekadar berisikan tanaman. Juga, fasilitas-fasilitas yang bisa digunakan warga untuk beraktivitas. Sebut saja alat-alat fitnes ringan, tempat duduk, hingga penyediaan fasilitas wifi. ‘’Selain orang tua, anak sekolah bisa beraktivitas di sana,’’ terangnya. (naz/c1/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here