Pacitan

Tanah Retak Bercabang Bikin Bingung

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Tubuh Mashudi ambles ke dalam tanah. Kedua pahanya terkubur kala mencoba membendung aliran air yang masuk ke area persawahan Dusun Ngawen, Semanten, Pacitan, Jumat lalu (1/11). Keheranannya bertambah setelah keesokan harinya (2/11) mendapati tanah tempat dirinya terperosok itu retak dengan pola tidak biasa. ‘’Padahal kondisi sawah masih seperti biasa ketika saya terperosok,’’ katanya Jumat (8/11).

Pola retakan tidak memanjang dalam satu garis pada umumnya. Melainkan bercabang dengan jarak tertentu. Bentangan terpanjang kurang lebih 50 meter. Sedangkan ukuran cabang retakan bervariasi. Kedalaman retakan mencapai 50 sentimeter dan lebar 30 sentimeter.

Mashudi tidak tahu penyebab munculnya keretakan. Kala itu dia memperbaiki parit belakang rumah Atin, warga setempat. Lokasinya bersebelahan dengan sawah. Kebetulan hujan deras mengguyur. Debit air di parit meluap hingga masuk ke persawahan. Ketika coba dibendung, saat itu tubuhnya terperosok. ‘’Sejak saya kecil belum pernah terjadi seperti ini (fenomena keretakan bercabang, Red),’’ ujarnya.

Atin tidak kalah bingungnya dengan Mashudi. Fenomena alam itu baru kali pertama terjadi sejak berpuluh tahun lamannya. Selain dilanda penasaran, perempuan 46 tahun itu juga dilanda ketakutan. Sebab, lokasi keretakan berada tepat di belakang tempat tinggalnya. ‘’Khawatir kalau retakan merembet sampai rumah,’’ ucapnya.

Dia mengungkapkan, awalnya retakan tanah tidak selebar saat ini. Lebarnya setelapak tangan orang dewasa dan kedalaman tidak sampai sejengkal orang dewasa. ‘’Retakannya terus bertambah lebar dan dalam,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Sesar Grindulu Mirip Sesar Opak 

TANDA Sesar Grindulu aktif mulai terlihat. Setelah Pacitan diguncang gempa tektonik bermagnitudo 3,1 skala Richter (SR), Kamis lalu (7/11). Meski tidak ada korban dan infrastruktur yang rusak, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat mengimbau masyarakat selalu waspada. ‘’Jenis gempa darat dangkal,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo Jumat (8/11).

Episenter gempa terletak pada koordinat 8,23 LS dan 111,13 BT. Tepatnya, empat kilometer arah tenggara Pacitan dengan kedalaman 11 kilometer. Gempa merupakan indikasi Sesar Grindulu masih aktif. Sebab, titik pusat gempa berada di jalur mayor sebagaimana yang telah dipetakan dari berbagai penelitian. ‘’Soal tingkat bahaya tergantung kekuatan. Dibandingkan gempa di laut, gempa darat akan lebih terasa guncangannya,’’ terang Didik.

Didik menambahkan, guncangan gempa dirasakan dalam sekali gerakan. Itu merupakan pergeseran garis Sesar Grindulu. Potensi ledakan gempa akibat keberadaan sesar tersebut selalu ada. Karenanya, gempa-gempa kecil seperti yang terjadi Kamis malam malah diharapkan. Ketegangan berkurang akibat pergeseran lapisan tanah yang tidak terjadi serentak dan berkekuatan besar. ‘’Pernah ada riwayat Sesar Grindulu mengguncang Pacitan. Tanda-tandanya jelas, batuan-batuan dan potongan terjal seperti digergaji,’’ paparnya.

Didik berharap masyarakat tetap tenang dan waspada. Ada kemiripan kasus antara Sesar Grindulu dengan Sesar Opak di Jogjakarta yang memicu gempa besar Mei 2006 silam. ‘’Sesuai perintah bupati, kami akan segera berkomunikasi dengan lembaga yang berkompeten terkait potensi bencana tersebut,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close