Tanah Bergerak, Ambles Setengah Meter

56

PONOROGO – Akses ruas utama Ponorogo-Pacitan di Wates, Slahung, terganggu. Pasalnya, muncul retakan di kilometer 227 jalan berstatus nasional tersebut. Panjang retakan mencapai hampir 200 meter. Kedalaman jalan yang ambles berkisar 50 sentimeter. Kerusakan jalan diduga disebabkan oleh pergerakan tanah. Polisi memberlakukan sistem buka tutup. ‘’Untuk sementara, mulai hari ini (kemarin) kendaraan berat tidak boleh melintas,’’ tegas Kapolsek Slahung AKP Paidi, kemarin (1/4).

Kemunculan retakan di Desa Wates, Kecamatan Slahung itu pertama kali diketahui warga sejak satu bulan terakhir. Laporan yang diterima Paidi, kerusakan berangsur parah sejak Rabu pekan lalu (27/3). Pasalnya, hujan terus mengguyur Wates. Dia khawatir, jika hujan terus menerus turun, retakan dapat berangsur semakin parah. ’’Semakin lama akan semakin bahaya kalau hujan terus menerus. Aliran air yang tidak tertampung bisa memperparah retakan,’’ ujarnya.

Sejak Rabu lalu, polisi dibantu warga setempat mulai menetapkan sistem buka tutup jalan. Warga menggunakan sarana seadanya seperti bambu untuk melindungi pengguna jalan. Paidi juga mengaku telah berkoordinasi dengan satuan lalu lintas (satlantas) polres setempat. Melihat kondisi jalan, kepolisian merekomendasi kendaraan dengan roda lebih dari enam untuk melintas. Pelarangan berlaku mulai kemarin.

’’Jalur alternatif terdekat menuju Pacitan bisa melalui ruas Slahung selatan. Tapi tidak semua kendaraan bisa melintas, hanya yang berjenis kecil karena kondisi jalan yang sempit dan curam,’’ beber Paidi.

Pihak kepolisian juga memerinci kebutuhan sarana untuk mengamankan ruas tersebut. Yakni lampu rotator dari arah Ponorogo dan sebaliknya. ‘’Supaya pengguna jalan bisa lebih berhati-hati,’’ kata dia.

Sementara, Camat Slahung Imam Rohni mengatakan, pergerakan tanah di Wates memang cukup sering terjadi. Di lokasi jalan retak, pergerakan tanah bahkan terpantau muncul sejak sebulan terakhir. Mulanya retakan terlihat hanya seperti garis di atas aspal. Namun berangsur parah, hingga amblas mencapai setengah meter. ‘’Seminggu terakhir, curah hujan tinggi. Pantauan kami, semakin parah sejak Rabu lalu,’’ kata Imam.

Imam menduga sumber retakan ada di bukit sebelah utara jalan. Pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada bupati dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kemarin, Imam sempat meninjau kerusakan jalan dengan kepolisian, TNI, serta petugas DPUPR setempat. Warga juga membantu penanganan sementara. ‘’Melihat intensitas hujan yang cukup tinggi, dikhawatirkan retakan bisa berujung longsor,’’ pungkasnya. (naz/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here