Madiun

Tambahan 2 Kasus Positif Covid-19, Kota Madiun Zona Kuning

Pasien 10-11, Pasutri Sepulang dari Surabaya

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Publik dibingungkan dengan status zonasi Covid-19. Merujuk peta persebaran virus korona di laman infocovid-19.jatimprov.go.id, status Kota Madiun sudah berubah menjadi kuning. Bukan lagi zona hijau seperti yang diapresiasi Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah mengungkapkan, penetapan status zona hijau justru dirasakan menjadi beban. Banyak kekhawatiran yang dirasakan berbagai pihak. Menjadi biang pengabaian protokol kesehatan lantaran telah digadang sebagai zona dengan rendah risiko penyebaran Covid-19. ‘’Kalau status itu yang menentukan pusat,’’ kata Aflah.

Terlepas dari status terkini yang disandang, yang jelas masih ada penambahan kasus baru di Kota Madiun. Hanya berselang tiga hari merilis dua kasus baru, pemkot kembali merilis penambahan dua kasus terbaru Senin (29/6). ‘’Hari ini (kemarin, Red) mendapat penambahan dua pasien sekaligus,’’ ungkap Aflah.

Aflah membeberkan, pasien 10 dan 11 terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test di RSUD dr Soedono Madiun kemarin. Keduanya merupakan pasangan suami istri asal Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo. ‘’Ini kejadian dari luar Kota Madiun,’’ sebutnya.

Aflah memastikan keduanya terinfeksi Covid-19 asal penularan dari luar daerah. Pasien 10 merupakan istri berumur 49 tahun yang bekerja di Kabupaten Madiun. Perempuan itu bersama kedua anaknya berkunjung ke tempat kerja suaminya menggunakan kendaraan pribadi di Surabaya pada 12 Juni lalu. ‘’Pasien 11 itu suaminya,’’ terang Aflah.

Mereka kemudian menginap di Hotel Tunjungan selama tiga hari dua malam. Di sela bersua dengan suami yang merupakan pasien 11, mereka sempat berburu kuliner ke berbagai tempat di Kota Pahlawan. Selanjutnya pasien 10 dan kedua anaknya balik ke Kota Madiun pada 14 Juni lalu. ‘’Kunjungan kuliner ke berbagai tempat di Surabaya yang mungkin tidak mematuhi protokol kesehatan,’’ ungkapnya.

Tiga hari berselang, pasien 10 itu mengeluhkan lemas dan capek. Namun, yang bersangkutan tidak mengira bila korona yang menjangkitinya. Pada sisi lain, suami berusia 55 tahun juga menderita sakit pada 21 Juni. Setelah pemeriksaan kesehatan, suaminya didiagnosis mengidap diabetes melitus (DM). ‘’Sakit DM, kemudian diantar stafnya pulang ke Kota Madiun,’’ sambung Aflah.

Sesampainya di rumah, selang sehari suami diantar istrinya berobat ke dokter. Namun, justru keesokan harinya istri kembali mengeluh mengalami gangguan kesehatan. Kemudian dirawat di RS Santa Clara Kota Madiun. Lantaran tidak kunjung sembuh, pada 28 Juni lalu si istri menjalani rapid test di RSUD Kota Madiun dan hasilnya reaktif. ‘’Langsung dirujuk ke RSUD dr Soedono,’’ bebernya.

Tes cepat juga dilakukan untuk suaminya dan hasilnya pun reaktif. Akhirnya pasutri ini menjalani swab test dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. ‘’Kami lakukan tracing (pelacakan) terhadap orang-orang yang kontak dengan bersangkutan,’’ imbuhnya.

Petugas mendeteksi tiga orang yang kontak dengan kedua pasien. Yakni, kedua anaknya dan pembantu di rumahnya. Tiga orang itu menjalani rapid test kemarin dan hasilnya nonreaktif. Petugas juga melakukan sterilisasi berkala dengan menyemprotkan cairan disinfektan tiap dua hari sekali di rumah pasien. ‘’Untuk tracing dikoordinasikan tim gugus tugas tempat bekerja keduanya, Kabupaten Madiun dan Surabaya. Tracing di Kota Madiun ditemukan dua anak dan pembantu,’’ sebutnya.

Lebih lanjut, Aflah menyebut ketiga orang terkait diminta karantina mandiri selama 14 hari. Belajar dari persebaran virus terbaru ini, masyarakat diminta tak terlena dengan status zona hijau yang disandang Kota Madiun. Semuanya harus tetap mematuhi protokol kesehatan. ‘’Kami tidak mempermasalahkan zona. Apa pun itu, warga harus tetap mematuhi protokol kesehatan,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close