Tambah TPS di Rutan dan Ponpes Tremas

101

PACITAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pacitan dipastikan menambah dua tempat pemungutan suara (TPS) untuk Pemilu 2019 nanti. Tambahan itu berdasarkan hasil rekapitulasi daftar pemilih tambahan (DPTb) 17 Februari lalu. Masing-masing di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Pacitan dan Pondok Pesantren Tremas, Arjosari. ‘’Tambahan dua TPS itu menyesuaikan keputusan KPU RI Nomor 227 Tahun 2019 tentang Juknis Penyempurnaan DPTb. Untuk pemilih pindah yang terkonsentrasi diperbolehkan membentuk TPS,’’ kata Komisioner Divisi Teknis KPU Pacitan Sulis Setyorini kemarin (23/2).

Menurut dia, di dua lokasi tersebut terdapat banyak DPTb yang terkonsentrasi. TPS di rutan memfasilitasi 42 pemilih. Meski tidak lebih dari 300 pemilih sebagai syarat dibentuk TPS reguler, mereka mendapatkan perlakuan khusus. Pasalnya, pemilih warga binaan tidak bisa mencoblos di luar rutan. ‘’Untuk nyoblos di luar rutan terlalu berisiko,’’ ujarnya.

Pada Pilkada Jatim 2018 lalu KPU tidak membuka TPS di rutan. Namun, petugas kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) di TPS terdekat mendatangi rutan. Sedangkan dalam  Pemilu 2019 tidak berlaku. Sebab, jenis surat suara lima macam. Selain itu, sejumlah perangkat pemilihan harus dipindahkan. ‘’Dikhawatirkan waktunya tidak cukup karena pencoblosan butuh waktu lama,’’ tuturnya.

Hal tersebut berlaku pula di Ponpes Tremas. Sehingga, bakal ada penambahan petugas KPPS dan perangkat pencoblosan lainnya. Untuk petugas KPPS berasal dari warga di lingkungan ponpes. Termasuk di rutan. ‘’Jika menggunakan petugas rutan, yang beralamat dekat rutan,’’ jelasnya.

Saat ini rencana menambah dua TPS tersebut masih dalam proses pengajuan ke KPU RI. Kondisi serupa, kata dia, terjadi di daerah lain. Sehingga, dia belum bisa menentukan anggaran yang dibutuhkan untuk menambah TPS itu. Terutama rekrutmen petugas  KPPS dan perangkat TPS lainnya. ‘’Anggaran juga masih kami ajukan ke KPU RI,’’ katanya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here