Ponorogo

Tambah Frekuensi Operasi Yustisi

Revisi Besaran Denda Menyesuaikan Pergub

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sanksi denda pelanggaran protokol Covid-19 direvisi. Draf usulan revisi Peraturan Bupati (Perbup) 109/2020 itu sudah di meja Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. ‘’Revisi ini untuk menyesuaikan dengan peraturan gubernur (pergub),’’ kata Sekda Ponorogo Agus Pramono Senin  (21/9).

Sebelumnya, sanksi denda Rp 50 ribu bagi pelanggar individu. Yakni yang tidak mengenakan masker atau melanggar protokol kesehatan lain. Sementara bagi pelaku usaha, dendanya Rp 500 ribu. Sedangkan  denda di pergub lebih besar. Mencapai Rp 250 ribu. ‘’Kami minta masukan kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan,’’ ujarnya.

Akhirnya disepakati, besaran denda akan diterapkan berjenjang. Dalam draf tersebut, denda minimal Rp 50 ribu dan maksimal Rp 250 ribu. Teknis penerapannya, pelaksana operasi yustisi yang akan menimbang tingkat pelanggarannya. ‘’Kalau melanggar sekali, dan punya masker tapi lupa tidak memakai, diterapkan sanksi minimal. Tapi, kalau sudah berkali-kali, dendanya bisa dinaikkan,’’ terang sekda.

Pihaknya tidak saklek menerapkan denda sesuai pergub. Dia menilai, denda Rp 250 ribu terlalu berat bagi masyarakat. Pun peningkatan sanksi denda akan diikuti penambahan frekuensi operasi yustisi.

Agus mengklaim operasi tersebut efektif menekan pelanggaran. Terbukti, angka pelanggar berkurang 50 persen selama sepekan pelaksanaan operasi yustisi. ‘’Kalau saklek sesuai pergub, memberatkan masyarakat. Apalagi pandemi, yang dikedepankan dari sanksi ini adalah edukasi,’’ sebutnya. (naz/c1/sat)

Belum Perlu Tes Kesehatan Pendatang

PEMKAB Ponorogo belum akan menerapkan tes kesehatan bagi pendatang demi mengendalikan laju persebaran Covid-19. Seperti yang diterapkan Surabaya, misalnya. ‘’Kalau Surabaya, wajar itu dilakukan,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni Senin (21/9).

Di Surabaya, ada kewajiban tes bagi pendatang yang akan menginap di kota tersebut. Baik rapid test maupun polymerase chain reaction (PCR). Sebab, kasus Covid-19 di Kota Pahlawan sulit terkendali. ‘’Saya memahami jika Bu Risma (wali kota Surabaya, Red) memberlakukan itu. Karena memang peningkatan kasus di Surabaya luar biasa. Mereka menganggap lonjakan kasus berasal dari luar kota,’’ ujarnya.

Menurut Ipong, tes kesehatan bagi pendatang kurang efektif diterapkan di Ponorogo. ‘’Praktiknya sulit dan akan memberatkan masyarakat. Saya belum berani dan sepertinya belum bisa menerapkan di Ponorogo,’’ tuturnya.

Ipong menilai sejumlah upaya yang dilakukan saat ini akan lebih efektif menekan laju kasus Covid-19 di Bumi Reyog. Yakni, melalui operasi yustisi dan perburuan pelanggar oleh tim Mobile Covid-19 Hunter. ‘’Saya yakin, jika pemburu pelanggaran dan operasi yustisi gencar dilaksanakan, insya Allah efektif menekan jumlah kasus Covid-19 di Ponorogo,’’ sebutnya. (naz/c1/sat)

Gelontor Bantuan Pangan Desa Kuntara

RATUSAN paket bantuan pangan digelontor pemkab ke Jetis. Khusus untuk warga yang isolasi mandiri di lingkungan yang menerapkan kunci sementara (kuntara). ‘’Kepala desa (kades) yang warganya isolasi bisa mengajukan bantuan kepada kami,’’ kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Ponorogo Supriadi Senin (21/9).

Supriadi menyebut, pihaknya terakhir menyalurkan 700 paket bantuan pangan ke sejumlah desa. Selain Jetis, juga wilayah kecamatan kota. Seluruhnya atas pengajuan perangkat wilayah masing-masing. ‘’Sepanjang kami menerima pengajuan, akan langsung didistribusikan,’’ ujarnya.

Bantuan tersebut terdiri bahan makanan untuk memenuhi gizi harian. Meliputi satu kilogram telur serta vitamin C. Diberikan untuk kebutuhan selama isolasi 14 hari. Harapannya, dapat meningkatkan daya tahan tubuh penerima. ‘’Supaya warga yang sedang isolasi terjamin pemenuhan gizinya. Karena mereka kesulitan mendapatkan bahan pangan,’’ jelasnya.

Program itu disediakan sepanjang anggaran di dinsos PPPA mencukupi. Pihaknya mengalokasikan Rp 150 juta. Teknis penyalurannya melalui satgas penanggulangan Covid-19 di masing-masing desa. ‘’Lalu, satgas yang akan menyerahkan langsung kepada warga yang menjalani isolasi,’’ terangnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close