Ngawi

Tambah Dua dari Klaster Pasar, Pasien Ke-14 Diduga Tertular di Surabaya

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Grafik Covid-19 di Ngawi kembali berubah. Jumlah pasien positif bertambah dua hingga total menjadi 16. Dua kasus positif terbaru berdasarkan pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR) itu dari hasil penelusuran masal di salah satu pasar tradisional.

Sedangkan tambahan satu kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya diduga berasal dari klaster pelatihan tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) Surabaya. Pasien positif ke-14 itu merupakan tenaga medis yang diduga kuat ada kaitannya dengan klaster Asrama Haji Surabaya.

‘’Mungkin dulu ada kekeliruan saat dilakukan swab,’’ ujar Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono Rabu (10/6).

Dia menjelaskan, temuan satu kasus tenaga medis itu berasal dari hasil penelusuran di lingkungkan dinas kesehatan. ‘’Dari rapid test, satu tenaga medis itu reaktif. Setelah dilakukan swab test, hasilnya terkonfirmasi positif,’’ katanya.

Kanang menambahkan, hasil tracing terhadap yang bersangkutan ditemukan seorang pegawai klinik pasien ke-14 tersebut yang hasil rapid test-nya reaktif. ‘’Sudah diambil swab-nya untuk diperiksa di laboratorium. Sekarang kami masih menunggu hasilnya,’’ ujarnya.
Dengan tambahan kasus tersebut, saat ini ada empat pasien positif yang dirawat di RSUD Soeroto. Perinciannya, satu pekerja dari Surabaya yang dirujuk ke Ngawi, satu tenaga medis yang diduga tertular dari klaster TKHI, dan dua pedagang salah satu pasar tradisional.

Sementara itu, pemkab kemarin kembali menggelar rapid test masal di sejumlah titik. Salah satunya di PT Dadi Mulyo Sejati, Geneng. Dari 870 karyawan pabrik tersebut yang diperiksa, delapan di antaranya reaktif. ‘’Kami minta untuk sementara tidak dipekerjakan dulu sampai hasil swab test keluar,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close