Tambah Baru, Halte Lama Dipertahankan

43

NGAWI – Meski keberadaan halte bus di Ngawi selama ini dinilai kurang efektif, dinas perhubungan (dishub) setempat berupaya menambah jumlahnya. Alasannya, dari hasil kajian rute aman selamat (RAS) sekolah, fasilitas tersebut masih dibutuhkan. ‘’Kalau yang di tempat umum memang fungsinya kurang efektif, tapi (halte) yang di dekat sekolah cukup efektif,’’ kata Kasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Ery Sadewo kemarin (29/3).

Ery memerinci, di Ngawi saat ini terdapat lima halte bus. Dua di antaranya dibangun dekat lingkungan sekolah, yakni depan SMAN 1 dan SMPN 5. Tiga lainnya di sekitar Stadion Ketonggo, serta kawasan Watualang dan Paron. Fasilitas itu dibangun pemkab pada 2014 lalu.

Diakuinya, kecuali yang dekat lingkungan sekolah, halte tersebut fungsinya kurang efektif. Fasilitas yang seharusnya menjadi tempat menunggu angkutan umum itu justru digunakan untuk kepentingan lain. Kondisi tersebut ditengarai lantaran lokasinya yang kurang strategis. Apalagi, ada pot bunga yang menutupi sehingga kurang terlihat dari jalan. ‘’Makanya, penambahan yang diajukan semuanya di dekat sekolah,’’ ungkapnya.

Dia menyebut, pihaknya sudah mengajukan penambahan halte bus baru ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Semuanya diproyeksikan dibangun di sekitar sekolah. Di antaranya, SDN 1 Margomulyo, SDN 2 Margolmulyo, SD Muhammadiyah, SMPN 1 Ngawi, SMPN 2 Ngawi, dan SMAN 2 Ngawi.

Usulan penambahan halte bus baru itu diklaim Ery sudah melalui tahap kajian dan penyusunan detail engineering design (DED). Total anggaran yang diajukan mencapai Rp 3 miliar. Termasuk untuk kebutuhan peranti seperti zoos dan pelican crossing. ‘’Infonya sudah dicukupi semua, tapi kami belum berani memastikan,’’ imbuhnya.

Lalu, bagaimana dengan keberadaan halte bus lama? Ery mengatakan, tidak akan dihilangkan. Justru pihaknya mengusulkan ke pemkab untuk diperbaiki. Rencananya, halte bus yang sudah ada sekarang bakal dilengkapi nama dan rincian trayek angkutan umumnya. ‘’Anggarannya per halte sekitar Rp 3 juta, tapi itu masih rencana,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, kelak pihaknya bakal menyosialisasikan kepada para pemilik angkutan umum agar memanfaatkan halte bus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. ‘’Nanti pasti diarahkan supaya mereka tertib aturan,’’ pungkasnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here