Talut Ambrol, Jalan Antardusun Terancam

80

MAGETAN – Bencana tanah longsor bertubi-tubi menimpa wilayah Magetan. Kemarin (3/3) sebuah rumah warga di Desa Bulugunung, Plaosan, nyaris ambrol dihantam material longsor. Musibah itu terjadi setelah talut penahan tanah setinggi 10 meter ambrol.

Berdasar informasi yang dihimpun, talut penahan tanah itu ambrol sekitar pukul 07.00. Selanjutnya, muncul retakan di aspal jalan yang letaknya berdekatan. Retakan terjadi di dua titik sepanjang sekitar 50 meter.

Akibat retakan tersebut, akses jalan yang menghubungkan antara Dusun Bulugunung dengan Dusun Babar Geneng terhambat. Untuk menghindari bahaya, petugas BPBD terpaksa menutup jalur tersebut sementara waktu.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Fery Yoga Saputra mengatakan, selepas mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan assessment dan proses evakuasi. Dari hasil pemantauan lapangan, sebagian material longsor yang berupa tanah bercampur bebatuan kecil itu menghantam dinding rumah Sutimin. Namun, tidak sampai ambrol. ‘’Proses evakuasi pembersihan material longsor dilakukan dengan dibantu warga,’’ katanya kepada Radar Magetan.

Fery sempat mengusulkan agar Sutimin mengungsi sementara mengingat kondisi tanah masih labil. Apalagi, musim hujan diprediksi masih terus berlangsung hingga April mendatang. Hanya, usulannya itu ditolak.

Kendati demikian, pihaknya tetap meminta Sutimin sekeluarga dan warga lain yang posisi rumah mereka berada di pinggir tebing untuk tetap waspada. Seiring tingginya intensitas hujan yang turun.

Sementara itu, Sutimin mengaku talut ambrol karena tidak kuat menahan resapan air yang masuk dalam tanah. Sedangkan, di sekitar talut itu tidak ada saluran air. ‘’Longsor sempat berdampak pada akses warga. Jalan ini penting bagi masyarakat karena dipakai untuk aktivitas sehari-hari,’’ ungkapnya. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here