Tak Yakin Juara lantaran Sempat Disalip Dua Polwan Muda

190

LANGKAH kakinya masih stabil saat Jumarni sampai di depan Stadion Wilis pagi itu. Sejurus kemudian, seorang fotografer memotretnya seraya memberikan motivasi lantaran berpeluang menjadi peserta Karismatik Madiun Fun Run (KMFR) 2018 kategori PNS putri yang finis tercepat. ‘’Waktu di depan Wilis itu saya baru tahu kalau jarak lombanya hanya 5 kilometer,’’ kenang Jumarni.

Benar saja, polwan berpangkat iptu tersebut menyentuh garis finis pertama untuk kategori PNS putri. Sembari menunggu pengumuman pemenang, Jumarni ditemani suami dan anak memilih duduk di dekat panggung tak jauh dari podium juara. ‘’Lucu juga waktu MC bilang saya bukan seperti pelari karena berpostur besar,’’  ujarnya.

Jumarni tidak menyangka berhasil memenangi KMFR kategori PNS. Apalagi, saat di Jalan Pahlawan sempat disalip dua polwan anggota Polres Madiun yang usianya lebih muda darinya. ‘’Saya kira juaranya dua polwan muda itu. Ternyata keduanya ikut kategori umum,’’ tutur Jumarni.

Jika Jumarni sempat tak yakin juara, Nuryadi sang suami telah memprediksi istrinya bakal jadi kampiun. Pasalnya, ibu satu anak itu punya jejak prestasi bagus di olahraga lari. Saat SMA, Jumarni pernah meraih juara III Porkab Demak, Jawa Tengah.

Pun, saat menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Garba Wiyati Putri Bhayangkara di Ciputat, Jakarta Selatan, Jumarni dikenal paling unggul di lari. Hampir semua tes fisik yang berkaitan lari dilaluinya dengan mulus. ‘’Waktu tes fisik awal masuk pendidikan itu saya urutan nomor satu,’’ ungkapnya.

Lulus dari sepolwan, Jumarni bertugas di Polres Aceh Timur. Selama tujuh tahun di Aceh, dia beberapa kali mengikuti pekan olahraga daerah (porda) setempat di cabang olahraga lari. ‘’Di porda saya juga pernah turun di cabor pencak silat.  Sampai sekarang jadi wasit juri Jawa Timur,’’ sebutnya.

Jumarni jatuh hati dengan lari sedari kecil. Lulus SMA, dia sengaja gabung sebuah klub selama satu tahun sebelum akhirnya lolos tes masuk polwan. ‘’Alhamdulillah, berkat lari pula saya bisa jadi polwan,’’ ucapnya.

Semenjak pindah tugas ke Polres Madiun pada 2001 silam, Jumarni  beberapa kali mengikuti event lari lokal hingga setingkat nasional. Namun, belum satu pun meraih gelar juara. ‘’Setelah menang di KMFR ini jadi semangat lagi buat latihan,’’ imbuh warga Desa Glonggong, Dolopo, Kabupaten Madiun, ini.

Jumarni biasa latihan pagi hari setelah subuh. Sekadar lari-lari kecil di jalanan aspal depan rumah. Sesekali kaur Mintu Sat Lantas Polres Madiun tersebut berlatih di GOR dan jogging track yang ada di kompleks kantornya. ‘’Hadiah fun run ini rencananya buat beli treadmill,’’ pungkasnya. ***(dilarahmatika/isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here