Tak Tidur 24 Jam, Terpaksa Izin Kerja

44

MADIUN – Tepuk tangan perlu diberikan pada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Kehidupan pribadi mereka harus dikesampingkan lantaran harus berjuang dalam menyukseskan gelaran Pemilu 2019 ini. Seperti contoh saja, ada petugas KPPS yang tak sempat meluangkan waktu dengan orang tua lantaran bertugas di TPS.  ’’Padahal libur, tapi pagi sampai paginya lagi harus ada di TPS,’’ ungkap Wahyu Aprilia, anggota KPPS TPS 04 Desa Tanjungrejo, Kecamtan/kabupaten Madiun.

Setelah itu barulah proses pemungutan suara. Setelah proses pemungutan suara selesai, penghitungan di TPS nya di mulai pada pukul 13.00. Semua berjalan lancar sampai perhitungan suara kategori DPD RI. Yakni sekitar pukul  17.30. Kemudian, dia sempat pulang untuk mandi, dan kembali lagi sekitar satu jam kemudian untuk melanjutkan hitung suara DPRD provinsi dan kabupaten. ’’Sekitar jam 11 malam, sudah selesai. Tapi kan masih harus ngurus administrasinya itu,’’ ungkap wanita yang akrab disapa Ayu itu.

Sampai malam pun, dengan cemilan singkong rebus teh dan kopi, dia dan kawan – kawan KPPS melanjutkan menggarap administrasi.

Pekerjaan berat itu pun selesai sampai sekitar pukul satu dan dilajutkan untuk mengambalikan surat suara ke masing – masing kotak suara. Hingga selesai sekitar pukul 03.00, kamis dini hari (18/4). Setelah itu, logistik pun kembali ke PPS dan kemudian masih dicek hingga akhirnya dia sampai rumah pukul 04.00. ‘’Hari ini (kemarin) akhirnya tidak masuk kerja, saya izin ke perusahaan, kebetulan dapat izin,’’ katanya.

Seumur – umur, baru saat itu Ayu tidak tidur selama hampir 24 jam. Beruntung, semua makanan sudah dijamin. Pun, dia juga masih sempat mandi saat sore hari. Selain itu, dia mendapat izin untuk rehat sehari dari perusahaannya. Sebelumnya dia sudah pernah jadi KPPS ketika gelaran pilkada 2018. Namun, saat itu tidak sampai dini hari. ‘’Karena hanya satu kategori, dan selesai saat Isya,’’ ungkapnya seraya menyebut kalau orangtuanya sempat memaklumi tugasnya kali ini.

Hal itu pun juga terjadi pada Budianto, warga desa Slambur, Kecamatan Geger, Madiun. Bapak dua anak itu bahkan masih sempat kerja kemarin. Padahal dia tidur pukul 03.00 dan bangun pada 05.30. Selama 3 hari sampai gelaran pemilu kemarin, dia hanya sempat ada di rumah dalam 1 atau dua jam saja. Selebihnya dia bekerja dan kegiatannya menjadi KPPS. ’’Sampai anak saya yang umur satu setengah tahun mencari saya,’’ katanya.

Saat bertugas di TPS semua berjalan lancar. Namun, hingga Isya dia sudah menahan kantuk yang luar biasa. Perhitungn asebenarnya dimulai sejak pukul 13.30 siang dan selesai 22.00. Sesudah itu dia harus menggarap administrasi sampai pukul 03.00 dini hari. dia yang bertugas di TPS 02 Desa Slambur itu pun pulang. ‘’Kalau ngantuk hanya minum kopi dan melakukan peregangan saja,’’ pungkansya. (fat/cor/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here